SURAKARTA-Seorang oknum anggota Polres Wonogiri, PS (26) tertembak dalam operasi penyergapan oleh Polresta Surakarta di kawasan Kartasura, Sukoharjo.
Dikutip dari Suarasurakarta.id, diduga oknum polisi itu bagian dari komplotan pelaku pemerasan terhadap korban, WP (66) warga Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.
Pengungkapan kasus ini berawal ketika korban melapor ke Polresta Solo atas dugaan pemerasan oleh lima tersangka tersebut.
Kapolresta mengungkapkan, pelaku mengintai orang yang check in di hotel bersama wanita lalu memfotonya saat meninggalkan hotel. Foto itu jadi senjata bagi pelaku untuk memeras korban disertai ancaman.
"Jika tidak menyerahkan sejumlah uang yang diminta, akan dilaporkan ke pihak berwajib," kata Kapolresra Surakarta Kombes Pol Ade Safri, Rabu (20/4/2022)
Saat hendak ditangkap, pelaku berusaha melawan. Pelaku, kata Ade Safri, bahkan sempat menabrakkan beberapa kali mobilnya ke kendaraan petugas yang berusaha menghalangi mereka.
Lalu dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi,
Petugas terpaksa menembakkan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali dengan memertimbangkan keamanan dan keselamatan petugas, serta masyarakat sekitar.
Bukannya berhenti, pelaku terus tancap gas.
Petugas terpaksa menembak ke arah ban mobil untuk menghentikan laju kendaraan. Namun pelaku terus melaju ke arah Kartasura dan berhasil melarikan diri meninggalkan TKP.
Pada Rabu (20/4/2022), sekitar pukul 04.00 WIB, petugas Unit Resmob Satreskrim Polresta Solo berhasil menangkap tiga tersangka di daerah Kopeng Kabupaten Semarang.
Selain PS, empat tersangka lain dalam kasus ini adalah SNY (22) warga Bawen, Kabupaten Semarang, RB (43) warga Sangkrah, Pasarkliwon, Solo, TWA (39), warga Tegal Baru, Jebres Solo, dan ES (36) warga Griya Kirana Mas, Kelurahan Kisari, Kecamatan Magurejo, Kabupaten Pati.
Tag
Berita Terkait
-
Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Perempuan dan Tren Solo Traveling yang Semakin Populer, Apa yang Dicari?
-
Said Didu Prediksi Masa Jabatan Prabowo Hanya 2 Tahun, Singgung Adanya Skenario 'Kudeta Senyap'
-
Jun.K 2PM dan Wendy Red Velvet Ungkap Saling Suka di Lagu Duet, Your Lips
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan