SUARAPURWOKERTO. ID-Agar bisa menjadi manusia mandiri, anak-anak bertalenta khusus (disabilitas intelektual) mesti diberi kesempatan bekerja dan berwirausaha dengan cara mereka.
Bantuan dan dukungan amat penting diberikan, setidaknya lewat pelatihan dan bantuan pemasaran produk yang mereka hasilkan.
“Kami belum punya program khusus bagi disabilitas intelektual, tapi dukungan setidaknya bisa dimulai dengan kolaborasi dalam program-program yang telah ada dalam di kementerian kami,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Rabu, (27/4/2022).
Di samping akan membantu pemasaran dan memberikan pelatihan kerja kepada anak bertalenta khusus, keluarga dan para pendampingnya, Kementerian Koperasi dan UKM membuka kesempatan pameran produk.
Hal itu akan dilakukan dalam berbagai kesempatan. Termasuk di ajang pertemuan yang dihadiri para pemimpin negara-negara anggota Kelompok G-20.
Ini disampaikannya kepada wartawan usai menerima Ketua Umum PP SOina Warsito Ellwein bersama panitia pelaksana Pesonas 2022, di ruang kerjanya.
Mereka membahas dukungan bagi upaya membuka lapangan kerja anak-anak bertalenta khusus, disabilitas intelektual, agar bisa mandiri dengan mendapatkan nafkah sendiri.
Sejauh ini, secara mandiri beberapa keluarga telah mencoba membimbing anak disabilitas intelektual untuk berwirausaha seperti melukis, memasak, membatik, membuat kerajinan dam lain-lain.
Namun sejauh ini, hal itu ternyata masih belum banyak membantu bagi keberadaan anak bertalenta khusus yang diperkirakan mencapai 5 juta jiwa di Indonesia.
Karena itu lah, dukungan pemerintah amat diharapkan, seperti pelatihan, permodalan dan pemasaran hasil. Dengan demikian, kualitas produk mereka bisa meningkat.
Berita Terkait
-
Mengenal Farida Faricha, Aktivis NU dan Kader PKB yang Jadi Wakil Menteri Koperasi
-
Koperasi Merah Putih Diusulkan Dimuat dalam UU Koperasi
-
109 Koperasi Merah Putih Percontohan akan Miliki Klinik dan Apotek, Wamenkop Ungkap Tantangannya!
-
Padahal Satu Instansi, Kok Bisa Menteri Teten Vs Pejabat Kemenkop Beda Pendapat Soal Warung Madura Buka 24 Jam
-
Menteri Teten: Jangan Tutup Industri Knalpot Aftermarket, Bikin Standar Khusus
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tayang Paruh Kedua, Drakor Father's Home Cooking Resmi Rilis Jajaran Pemain
-
Di HUT ke-80 Muslimat NU, Khofifah Perkuat Barisan 400 Paralegal Demi Keadilan Perempuan & Anak
-
Pemprov Sulsel: Pengadaan Kendaraan Dinas Berbasis Efisiensi Aset
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Bedak Tabur Apa yang Bagus? Ini 7 Pilihan Tahan Lama dan Bikin Glowing
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Review Film Case 137: Drama Prosedural yang Menyentuh Hati dan Akal Sehat