/
Minggu, 19 Juni 2022 | 22:58 WIB
Kisah Pasutri di Kebumen Sukses Produksi Dekorasi Bunga Pengantin

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN-Produk kerajinan bunga untuk dekorasi rumah dan dekorasi pengantin cukup digemari masyarakat. 

Ini menjadi peluang bagi pengrajin  untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, usaha kerajinan tangan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitar.

Seperti halnya Aan Supatmo, pemilik usaha Giant Flower Indonesia, yang beralamat di RT 1 RW 9, Dusun Bersole, Desa Sidoagung,  Kecamatan Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah.

Promosi adalah salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan usaha. Karenanya, pemilik akun Instagram @giantflowers_indonesia ini mencoba mengikuti program Lapak Ganjar, yaitu program promosi gratis yang dibuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Program itu memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya melalui Instagram Story Ganjar Pranowo. 

Story yang terpilih akan dibagikan ulang oleh akun @ganjar_pranowo.

Awalnya ia tidak terlalu berharap banyak bisa dipromosikan Ganjar mengingat banyaknya UMKM di Jawa Tengah.

"Tapi alhamdulillah suatu hari mendapat kabar bahwa produk kami dipromosikan di Lapak Ganjar,” kata Aan, 

Begitu dipromosikan orang nomor satu di Jateng, Aan mendapatkan dampak luar biasa. Omzetnya meningkat dan pesanan pemesanan kerajinan bunga artifisial (tiruan) terus mengalir.

Ia mengatakan, pemasaran produknya juga meluas. Tidak hanya di dalam negeri, namun sampai ke luar negeri, salah satunya Hongkong.

Ia dan istri mulai merintis usaha itu di tengah badai Covid-19 yang melanda. Mereka mulanya mencari peluang usaha di media sosial. 

Hingga mereka menemukan ide membuat kerajinan bunga dekorasi dari media sosial.
Kini, untuk memenuhi permintaan yang meningkat, mereka memberdayakan tetangga sekitar untuk bekerja.

“Setelah ada kenaikan omset, kami turut melibatkan ibu rumah tangga di sekitar,” terangnya.

Pasangan itu mengawali membuat produk kerajian bunga dari spon api atau eva foam. Dari bahan tersebut, mereka mengkreasikan menjadi bunga dekorasi rumah maupun dekorasi pengantin. 

Usahanya berkembang setelah menemukan bahan yang sedang diminati banyak penata dekorasi.  Akhirnya, mereka menemukan bahan kain organza.

“Sekarang kita punya beberapa varian kreasi bunga, baik dari spon eva atau eva foam dan juga dari organza,” tuturnya.

Aan mengatakan, harga yang ditawarkan disesuaikan dengan ukuran yang dimintai konsumen. Bunga ukuran kecil dihargai Rp200 ribu, dan ukuran besar hingga Rp 1 juta atau lebih. 

Dia berharap, program Lapak Ganjar bisa terus memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM. Sebab dia merasakan dampaknya sendiri.

“Kami mempunyai harapan ke depan para pelaku UMKM yang sudah dipromosikan Lapak Ganjar, maupun yang belum, mendapatkan kesempatan lebih untuk dipromosikan,"katanya

Load More