/
Kamis, 14 Juli 2022 | 20:31 WIB
Twitter.

PURWOKERTO.SUARA.COM - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) saat ini sedang fokus memperhatikan kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat yang diduga ditembak sesama polisi sekaligus ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, yaitu Bharada E. 

Wakil Koordinator KontraS, Rivanlee Anandar mengatakan, pihaknya mengendus kepolisian menutupi fakta-fakta penting dalam kasus tewasnya Brigadir J tersebut.

"Kami menilai bahwa sejumlah kejanggalan tersebut merupakan indikasi penting bahwa Kepolisian terkesan menutup-nutupi dan mengaburkan fakta kasus kematian Brigadir J," ujarnya keterangan tertulisnya pada Kamis (14/7/2022).

Ia menerangkan, Indikasi menutupi kasus ini berdasarkan kejanggalan pada sejumlah peristiwa, di antaranya terdapat disparitas waktu yang cukup lama antara peristiwa dengan pengungkapan ke publik yakni sekitar dua hari. Setelah itu, pihak kepolisian menyampaikan kronologis yang berubah-ubah.

"Ditemukannya luka sayatan pada jenazah Brigadir J di bagian muka. Keluarga sempat dilarang melihat kondisi jenazah. Lalu CCTV dalam kondisi mati di lokasi kejadian, serta keterangan Ketua RT yang menyebutkan tidak mengetahui adanya peristiwa dan proses Olah TKP," ungkap Rivanlee.

Ia melanjutkan, pihaknya juga menemukan perbedaan keterangan antara keluarga Brigadir J dan kepolisian. Pihak keluarga, mengatakan ada empat luka tembak pada tubuh Brigadir J, yakni dua luka di dada, satu luka tembak di tangan, dan satu luka tembak di bagian leher. 

Selanjutnya, pihak keluega juga menjelaskan terdapat luka sayatan senjata tajam di bagian mata, hidung, mulut, dan kaki.

"Hal ini berlainan dengan keterangan Kepolisian yang menyebutkan bahwa terdapat tujuh luka dari lima tembakan," pungkas Rivenlee. (Arif KF)

Baca Juga: Media Vietnam Dapat Bocoran Hasil Investigasi AFF terkait Protes PSSI

Load More