PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - Simpul Aktifvis Angkatan (Siaga) 98 berpendapat, Peradilan adalah tempat satu-satunya menemukan kebenaran dan keadilan dalam peristiwa tewasnya Brigadir J. Peradilan dianggap benteng terakhir keadilan.
Koordinator Siaga 98, Hasanuddin mengatakan, dalam konteks kasus tewasnya Brigadir J, Kapolri Listya Sigit Prabowo diuji profesionalitas sebagai penegak hukum dan manajemen penanganan perkara demi tertib hukum terhadap korban dan pelaku yang sama-sama anggota POLRI.
"Kami berharap tidak ada konflik kepentingan dalam penegakan hukum ini (kasus teeasnta Brigadir J). Kapolri saatnya mengumumkan penilaian terhadap Standar Operating Prosedur (SOP) penanganan perkara tewasnya Bigadir J di semua jenjang organisasi kepolisian, sebab Polres, Polda dan Mabes sudah terlibat secara keorganisasian sejak awal," ujar Hasanuddin.
Ia melanjutkan, pihaknya menilai secara keorganisasian penanganan tewasnya Brigadir J ini tidak lazim sejak permulaan, dan oleh sebab itu perlu evaluasi secara menyeluruh dan komprehensif. Selain itu, semua proses saat ini yang dilakukan bertujuan menemukan kebenaran fakta dan motif untuk segera dibawa ke persidangan.
"Actus reus dan mens reanya biarlah diuji dipersidangan, dan hakim yang menentukan. Tugas Kapolri adalah memastikan peristiwa dan motifnya tidak di rekayasa," tegas Hasanuddin.
Ia menerangkan, hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi agar dibuka secara transparan. Maksudnya, dibuka secara transparan di dalam pengadilan.
"Terhadap peristiwa ini (tewasnya Brigadir J), kami menyampaikan Apresiasi kepada Indonesia Police Watch (IPW) yang telah mengadvokasi peristiwa ini sehingga ada pengawasan. Dan Pihak Keluarga yang sudah menempuh prosedur hukum dengan menunjuk tim hukum dalam mencari kebenaran dan keadilaan," pungkas Hasanuddin. (Arif KF)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Balik Riuh Final PFL, Ada Syukur Nasabah PNM yang Berjuang Menopang Keluarga
-
Satu Mesin Setara 7.500 Luwak: Inovasi Unhas Ubah Nasib Petani Kopi Argopuro
-
Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
3 Shio Paling Beruntung pada 15-21 Juni 2026, Siapa yang Ketiban Hoki?
-
Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?
-
Gus Thuba Pimpin Penyegelan 3 Ponpes di Malang Usai Skandal 20 Tahun Terkuak
-
Tokyo Revengers: War of the Three Titans Arc Resmi Umumkan Tanggal Tayang
-
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Doa Agar Bisa Melihat Tak Terkabul, Pria Tunanetra Ini Justru Dapat Hadiah Lebih Indah di Makkah