PURWOKERTO.SUARA.COM, BANGKA- BNPB melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan sedang melakukan pelatihan penggunaan wahana nirawak untuk petugas BPBD se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPBD Provinsi Aceh, Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah.
Kegiatan pelatihan Nirawak tersebut berlangsung selama 4 hari dari 26 - 29 Juli 2022 di Tanjung Pesona Beach Resort Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Adapun materi yang akan disampaikan pada kegiatan ini membahas tentang pengelolaan data dan informasi kebencanaan, praktek penggunaan dan perizinan pengoperasian wahana nirawak, pengolahan foto dan video hasil wahana nirawak, serta penyajian data informasi melalui infografis.
Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan wahana nirawak sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana, salah satunya untuk mendapatkan gambaran situasi secara cepat pada saat tanggap darurat.
Kegiatan tersebut bertujuan sebagai upaya untuk memperoleh data kaji cepat yang pada praktiknya tidak hanya diperlukan tanggap darurat, tetapi juga pada fase prabencana, dan pada tahap pascabencana. Tentunya data berupa gambar atau visual diambil dengan menggunakan wahana nirawak atau "drone".
Penggunaan pesawat udara tanpa awak ini sudah menjadi salah satu pilihan tepat untuk membantu dalam menganalisis dokumentasi berupa foto dan video di lapangan secara cepat dan efisien. Tentunya dengan informasi tambahan berupa titik koordinat lokasi kejadian menjadi salah satu data pendukung yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan pada saat terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa menyampaikan dukungan dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh BPBD provinsi dan kabupaten/kota yang telah hadir pada kegiatan pendampingan pengelolaan data dan sistem informasi menggunakan pesawat tanpa awak.
"Dengan terselenggaranya pelatihan ini, kami berterima kasih dan mendukung kegiatan ini. dampaknya sangat besar sekali bagaimana kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini untuk memberikan informasi dengan cepat, tepat dan akurat, sekaligus selamat datang kepada rekan-rekan BPBD yang hadir dari luar Bangka Belitung," ujar Antariksa, pada siaran tertulis dari BNPB pada Rabu (27/7/2022).
Ia berharap, dengan adanya kegiatan pendampingan pengelolaan data dab sistem informasi menggunakan pesawat nirawak ini dapat membawa sudut pandang baru bagi para peserta dalam memahami fenomena bencana yang terjadi di wilayah masing-masing," ungkapnya.
Baca Juga: Diundur! Rapimnas Gerindra Umumkan Sikap Politik Prabowo pada Pilpres 2024
"Dalam hal penanganan bencana, waktu terbaik dalam melakukan penyelamatan terhadap korban bencana yaitu 3 x 24 jam, artinya diperlukan informasi dampak dan lokasi kerusakan secara aktual," pungkas Antariksa.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari Ph.D. menyampaikan, kesigapan dan kecepatan BPBD setempat dalam mengoperasikan pesawat nirawak menjadi penting ketika informasi yang diperlukan mampu diakomodir dan tersaji dengan cepat.
Menurutnya, salah satunya bisa mengetahui cakupan daerah terdampak serta mengetahui berapa estimasi populasi dilokasi terdampak.
"Dengan pemanfaatan wahana nirawak ini, kita tidak hanya tahu cakupan daerah terdampak, tetapi kita juga tahu estimasi beberapa populasi di daerah terdampak," ujar Muhari.
Menurutnya, pengetahuan dan pemahaman aturan yang berlaku dalam menerbangkan wahana nirawak juga dibekali bagi para peserta. Hal ini menjadi dasar sehingga pemanfaatan teknologi dalam kebencanaan menjadi optimal.
"Pemahaman aturan dalam menggunakan drone sangat penting karena berkaitan dengan keamanan publik. Dalam hal perizinan sebelumnya dapat berkoordinasi dengan institusi yang berwenang dan unit pelayanan navigasi penerbangan untuk mendapatkan batas terbang yang diperbolehkan," pungkas Muhari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga
-
Microsoft Surface Laptop 8 dan Surface Pro Terbaru Resmi Meluncur, Usung Intel Core Ultra Series
-
Edukasi Pilah Sampah untuk Pelajar Disabilitas, Hadirkan Ruang Belajar yang Inklusif
-
4 Sunscreen Zinc PCA untuk Kulit Berminyak, Bantu Wajah Matte Bebas Kilap!
-
John Herdman: Main di Eropa Tak Jamin Masuk Skuad Timnas Indonesia
-
Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!
-
Kedok Pijat Refleksi: Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli 11 Santrinya
-
Warna Keberuntungan 12 Zodiak Hari Ini 20 Mei, Siap-siap Hoki Seharian!
-
Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini
-
Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla