News / Metropolitan
Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB
Ilustrasi teror pocong. [YouTube/Lentera Malam]
Baca 10 detik
  • Polresta Tangerang memastikan isu teror pocong merupakan modus operandi pelaku kriminal untuk melancarkan aksi pencurian di pemukiman warga.
  • Pelaku sengaja menyebarkan narasi horor agar masyarakat merasa takut dan lengah saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
  • Polisi meningkatkan patroli rutin dan mengimbau warga kembali mengaktifkan siskamling untuk mencegah tindak pidana di wilayah Tangerang tersebut.

Suara.com - Isu mistis mengenai teror 'pocong' yang menghantui warga Tangerang belakangan ini akhirnya terkuak.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan merupakan kejadian supranatural, melainkan diduga kuat sebagai siasat licik komplotan kriminal untuk melancarkan aksi mereka.

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, meminta masyarakat untuk tidak terjebak dalam kepanikan massal. Ia mengimbau warga untuk berhenti menyebarkan narasi horor yang belum tervalidasi kebenarannya.

"Jadi jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," tegas Indra dikutip dari ANTARA, Rabu (20/5/2026).

Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memberikan keterangan resmi mengenai penanganan isu teror di Kabupaten Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M)

Siasat Menakuti Agar Lengah

Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, polisi mencium adanya pola kejahatan dalam isu 'pocong' tersebut.

Para pelaku diduga sengaja mengembuskan isu hantu agar warga merasa takut keluar rumah. Di saat masyarakat mencekam dan kondisi lingkungan lengang, di situlah komplotan pencuri atau perampok masuk menyisir pemukiman.

Indra mengingatkan bahwa ketakutan warga akan dimanfaatkan para pelaku tindak pidana untuk beraksi tanpa gangguan.

"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” ujarnya menjelaskan modus tersebut.

Baca Juga: RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

Guna meredam keresahan publik, Polresta Tangerang kekinian mengerahkan fungsi Bhabinkamtibmas dan bersinergi dengan Babinsa untuk meningkatkan intensitas patroli.
Penjagaan akan difokuskan pada jam-jam rawan, mulai dari tengah malam hingga menjelang subuh di area perumahan warga.

Tak hanya mengandalkan petugas, masyarakat juga didorong untuk kembali memutar kunci keamanan lingkungan secara mandiri melalui ronda malam.

"Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," kata dia.

Pihak kepolisian juga memastikan penyelidikan terkait asal-usul video atau kabar viral teror 'pocong' ini akan terus berlanjut. Polisi membidik aktor intelektual yang sengaja memicu kegaduhan tersebut demi tujuan kriminal.

Indra meminta warga untuk tetap tenang namun waspada. Jika melihat aktivitas mencurigakan—baik yang berbau mistis maupun kriminal murni—warga diminta segera melapor melalui layanan Call Center 110 yang aktif 24 jam.

"Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya," pungkas Indra.

Load More