- Polresta Tangerang memastikan isu teror pocong merupakan modus operandi pelaku kriminal untuk melancarkan aksi pencurian di pemukiman warga.
- Pelaku sengaja menyebarkan narasi horor agar masyarakat merasa takut dan lengah saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
- Polisi meningkatkan patroli rutin dan mengimbau warga kembali mengaktifkan siskamling untuk mencegah tindak pidana di wilayah Tangerang tersebut.
Suara.com - Isu mistis mengenai teror 'pocong' yang menghantui warga Tangerang belakangan ini akhirnya terkuak.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan merupakan kejadian supranatural, melainkan diduga kuat sebagai siasat licik komplotan kriminal untuk melancarkan aksi mereka.
Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, meminta masyarakat untuk tidak terjebak dalam kepanikan massal. Ia mengimbau warga untuk berhenti menyebarkan narasi horor yang belum tervalidasi kebenarannya.
"Jadi jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," tegas Indra dikutip dari ANTARA, Rabu (20/5/2026).
Siasat Menakuti Agar Lengah
Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, polisi mencium adanya pola kejahatan dalam isu 'pocong' tersebut.
Para pelaku diduga sengaja mengembuskan isu hantu agar warga merasa takut keluar rumah. Di saat masyarakat mencekam dan kondisi lingkungan lengang, di situlah komplotan pencuri atau perampok masuk menyisir pemukiman.
Indra mengingatkan bahwa ketakutan warga akan dimanfaatkan para pelaku tindak pidana untuk beraksi tanpa gangguan.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” ujarnya menjelaskan modus tersebut.
Baca Juga: RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
Guna meredam keresahan publik, Polresta Tangerang kekinian mengerahkan fungsi Bhabinkamtibmas dan bersinergi dengan Babinsa untuk meningkatkan intensitas patroli.
Penjagaan akan difokuskan pada jam-jam rawan, mulai dari tengah malam hingga menjelang subuh di area perumahan warga.
Tak hanya mengandalkan petugas, masyarakat juga didorong untuk kembali memutar kunci keamanan lingkungan secara mandiri melalui ronda malam.
"Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," kata dia.
Pihak kepolisian juga memastikan penyelidikan terkait asal-usul video atau kabar viral teror 'pocong' ini akan terus berlanjut. Polisi membidik aktor intelektual yang sengaja memicu kegaduhan tersebut demi tujuan kriminal.
Indra meminta warga untuk tetap tenang namun waspada. Jika melihat aktivitas mencurigakan—baik yang berbau mistis maupun kriminal murni—warga diminta segera melapor melalui layanan Call Center 110 yang aktif 24 jam.
"Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya," pungkas Indra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan