/
Kamis, 28 Juli 2022 | 23:09 WIB
irjen Napoleon Bonaparte (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Kasus kematian Brigadir J di rumah Kadiv Propram Irjen Ferdy Sambo yang belum menemui titik terang turut menjadi perhatian Irjen Napoleon Bonaparte

Dia pun berharap, Polri mampu mengungkap fakta yang sebenarnya di balik kasus tersebut.

Brigadir J yang bernama lengkap Nopriansyah Yosua Hutabarat diketahui tewas usai ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo beberapa waktu lalu. 

Klaim polisi, Yosua ditembak Bharada E usai diduga melakukan pelecehan dan menodongkan senjata api ke istri Ferdy Sambo.

"Kita berharap semua, saya berharap juga kepada teman-teman saya yang masih ada di Polri, mungkin adik-adik saya untuk sudahlah buka apa adanya. Terlalu mahal harganya," kata eks Kadiv Hubinter Bareskrim Polri itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip dari suara.com,  Kamis (28/7/2022).

Perwira Polri aktif yang kini tersandung kasus dugaan kekerasan terhadap M. Kece itu berharap, slogan Presisi Polri yang sering digaungkan bisa dibuktikan demi menjaga marwah Korps Bhayangkara.

Penanganan kasus ini sekaligus menguji komitmen Polri dalam menjaga marwah institusi sesuai slogan Presisi. 

"Buktikan sekarang daripada kita dicibir oleh semuanya seperti hari ini,"katanya

Ia meminta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Yosua agar jujur dan tidak bersembunyi. 

Baca Juga: 7 Dokter Spesialis Forensik Otopsi Ulang Jasad Brigadir J, Temukan Beberapa Luka namun Harus Diuji Laboratorium

"Kepada yang berbuat nggak usah sembunyi kau. Kau ngomong, ngaku kau. Aku abangmu sudah beri contoh, kau ikuti saja. Jujur saja kenapa? Enggak susah dek hidup di penjara, biasa saja."

Load More