- Menteri Sosial Gus Ipul mengajak pegawai Kemensos berikrar anti korupsi saat apel di Jakarta pada Senin (17/5/2026).
- Pimpinan satker wajib mengawasi tata kelola administrasi dan pengadaan barang guna mencegah praktik korupsi di lingkungan kerja.
- Pegawai diminta menerapkan integritas dalam perilaku sehari-hari guna menghindari kesalahan kecil yang berpotensi menjadi masalah hukum besar.
Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengajak seluruh pegawai Kementerian Sosial untuk mengucapkan ikrar anti korupsi sebagai komitmen kerja dalam menjalankan berbagai program Kemensos.
Gus Ipul menekankan bahwa sikap anti korupsi menjadi bagian dalam menjaga integritas ASN.
Menurutnya, sikap tersebut tidak cukup hanya diucapkan saat apel, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari para pegawai.
“Hari ini kita mengucapkan ikrar tanpa korupsi, tetapi saya ingin mengingatkan, integritas bukan kalimat yang dibaca saat apel. Integritas adalah perbuatan, keputusan yang sama ketika ada atau tidak ada yang melihat,” kata Gus Ipul saat sambutan dalam apel di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (17/5/2026).
Menurut dia, praktik korupsi kerap bermula dari pembiaran terhadap kesalahan-kesalahan kecil yang dianggap biasa.
Gus Ipul meminta seluruh pegawai berhati-hati terhadap kebiasaan kecil yang salah karena bisa menjadi persoalan besar di kemudian hari.
“Hati-hati karena kebiasaan kecil yang salah bisa menjadi masalah besar di kemudian hari,” pesannya.
Secara khusus, ia juga memberi perhatian kepada para kepala satuan kerja atau satker di lingkungan Kemensos.
Menurutnya, pimpinan tidak boleh lepas tangan terhadap persoalan yang terjadi di bawah tanggung jawabnya.
Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati
Gus Ipul menegaskan setiap pimpinan tidak boleh hanya hadir saat keadaan baik-baik saja. Kepala satker, lanjutnya, memiliki fungsi sebagai pengontrol, pembimbing sekaligus pengawas pertama di lingkungan kerja masing-masing.
“Kepala satker adalah pengontrol, pembimbing, sekaligus pengawas pertama. Saya tidak ingin lagi mendengar kalimat, ‘Saya tidak tahu,’ atau, ‘Itu urusan staf.’ Kalau ada masalah di bawah pimpinan, tidak boleh cuci tangan,” katanya.
Ia juga menyinggung persoalan pengadaan barang dan jasa yang menurutnya sering bermasalah bukan karena niat awal yang salah, melainkan akibat lemahnya tata kelola administrasi hingga spesifikasi yang tidak diawasi.
Karena itu, ia meminta seluruh proses pengadaan dilakukan tepat waktu dan sesuai prosedur agar siap diaudit kapan saja.
“Saya minta pengadaan harus tepat waktu, tepat prosedur, tepat spesifikasi, tertib administrasi, siap diaudit kapan saja. Rapikan semua berkas sejak awal karena semua jejak administrasi hari ini suatu saat bisa dibuka kembali,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Gus Ipul Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat yang Semakin Sehat dan Berprestasi
-
Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar
-
Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan
-
PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan
-
Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!
-
ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs
-
2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi