PURWOKERTO.SUARA.COM, MAGELANG-Umumnya buah sawo hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa atau lebih kecil. Namun di Kabupaten Magelang ada buah sawo raksaksa dengan ukuran jumbo sebesar kepala.
Buah berkulit coklat itu dibudidayakan oleh seorang petani Muh Khoirul Soleh, warga Kebonkliwon, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Ia menanam mamey sapote atau dikenal dengan sawo raksasa sekitar 7 tahun yang lalu sebanyak 15 pohon. Kini, seluruh pohon sawo yang ditanamnya telah berbuah.
Kabar baiknya, pohon itu ternyata berbuah sepanjang musim.
"Buahnya tidak berhenti. Terus karena adanya buah, ada yang muda, ada yang kecil, terus gantian seperti sawo yang lain," tuturnya.
Yang menarik dari sawo jenis ini adalah bisa menghasilkan buah dengan ukuran tak lazim. Bahkan ada yang satu buah mencapai berat 2 kilogram.
Jika sudah masak, daging buahnya berwarna kemerahan. Rasanya juga manis seperti perpaduan umbi, pepaya dan sawo. Buah yang besar ini tergolong unik dan termasuk tanaman eksotis.
"Ini namanya mamey sapote. Kalau terkenalnya di Indonesia biasanya dikatakan sawo raksasa. Dibilang sawo raksasa karena beratnya satu buah bisa 2 kilogram. Ini adaptif ditanam di Indonesia," kata Irul, sapaan akrabnya, saat ditemui di Pondok Tani, Kebonkliwon dikutip dari portal resmi Pemkab Magelang, Kamis (04/08/2022).
Menurutnya, tanaman sawo raksasa ini banyak ditemukan di wilayah Salaman. Satu warga ada yang menanam dua, tiga atau empat, bahkan ada yang menanam sampai 30 pohon.
Tak seperti sawo lokal pada umumnya, harga bibit dan buah sawo raksasa tergolong mahal.
Baca Juga: PT JNE Mengubur Beras Banpres Rusak agar Tidak Disalahgunakan dan Penggantinya Sudah Disalurkan
Belum lama ini, Irul mengirim bibit sawo ke Batam. Per bibit harganya mencapai Rp 1,5 juta. Sedangkan buahnya dijual Rp 100 ribu per biji. Pembeli buahnya kebanyakan para pehobi yang menginginkan bijinya.
"Kalau dijual iya. Biasanya ada sesama pehobi yang biasanya beli buahnya diambil bijinya. Itu rata-rata sama-sama pehobi dijual Rp 100 ribu per buah," tuturnya.
Menurutnya, sawo raksaksa Ini tergolong tanaman langka.Tapi ketika penelitian soal kandunganmanfaat, tidak menutup kemungkinan dikembangkan untuk skala perkebunan.
Irul menuturkan belum lama ini memanen satu pohon mendapatkan 125 buah sawo raksasa. Dari penjualan itu Khoirul berhasil mengeruk untung hingga Rp 12 juta. Saat itu kebetulan salah satu anaknya minta sepeda motor.
"Kemarin satu pohon saya petik dapat 102 dan kemarin diambil orang Ponorogo. Terbanyak kisaran 125, pas kemarin anak kebetulan minta sepeda motor bisa bayar sepeda. Nggak usah ngerogoh kocek. 125 (buah) dapat Rp 12 juta (beli) sepeda motor second," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Dituduh Terima Uang dari Hanania Travel, Anisa Rahma dan Suami: Kami Malah Bayar Rp100 Juta!
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste