PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA- Irjen Pol Ferdy Sambo diduga melakukan rekayasa atau membuat skenario palsu terkait peristiwa kematian Brigadir Yoshua (J) di rumah Sambo di Duren 3. Karenanya dia ditetapkan tersangka oleh Bareskrim bersama beberapa anak buahnya, yaitu Bripka RR, Bharada E dan KM. Ia juga dituduh menyuruh Bharada E menembak Brigadir J.
Terdakwa kasus peganiayaan terhadap M.Kece Irjen Pol Napoleon Bonaparte ikut mengomentari perjalanan kasus itu. Menurutnya, skenario itu kemungkinan tidak dibuat Ferdy Sambo sendiri. Namun ada pihak lain yang ikut serta dalam pembuatan kronologi palsu itu.
Jika benar ada pihak lain yang ikut serta, ia menilai oknum itu juga perlu dipidana.
“Ada pihak lain, penasehat yang belum muncul itu. Ini pembelokan kabar buruk ke publik, perlu juga dipidana,”katanya
Pemidanaan oknum lain yang ikut terlibat dalam pembuatan skenario palsu itu penting agar perbuatan membolak-balikkan fakta tersebut tidak menjadi kebiasaan.
Ia juga menyinggung, pengungkapan skenario palsu geng Ferdy Sambo ini menjadi momentum untuk membongkar skenario palsu lain yang mungkin dilakukan oknum polisi pada peristiwa lain sebelumnya.
“Publik lebih tahu,”katanya
Di sisi lain ia mengapresiasi keluarga besar Brigadir Yoshua dan para penasehat hukumnya, serta seniornya di Polri, termasuk media dan masyarakat yang memberikan seruan keras sehingga Polri terbuka mengusut kasus itu. Bahkan, Polri melakukan penyelidikan ulang yang hasilnya mementahkan penyidikan sebelumnya.
Pengumuman tersangka dan pengungkapan kasus berencana ini, menurutnya, membuktikan tidak semua polisi ‘brengsek’, masih ada polisi yang memiliki nurani.
“Biarkan Polri bekerja, kawal sampai kemana ujungnya,”katanya
Tag
Berita Terkait
-
Bareskrim Periksa Penyidik yang Tangani Laporan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo di Duren 3, Diduga Ada Upaya Halangi Proses Hukum
-
Ferdy Sambo Buka Suara, Minta Maaf Beri Informasi tak Benar hingga Cederai Kepercayaan Publik ke Polri, Izinkan Saya Bertanggung Jawab!
-
Taklukan PSIS Semarang 2-1, Persib Bandung Petik Kemenangan Perdana Liga 1
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Isuzu Kantongi Pesanan 354 unit Kendaraan Niaga Selama GIICOMVEC 2026
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
River Ranger Jakarta Pilih Tersesat di Pedalaman Demi Solusi Warga, Kenapa?
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah
-
DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes