PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pria-pria berbusana lurik dan peci hitam mengarak tujuah buah tandu. Masing-masing tandu dipikul empat orang lelaki.
Sekilas isi tandu terlihat ketika kelambu tipis penutupnya tertiup angin. Ada tumpeng di tengah tandu. Jika ada tumpeng, maka biasanya ada sajian lain sebagai lauknya.
Ternyata benar. Tandu itu berisi ingkung, olahan daging ayam dalam kondisi masih utuh. Arak-arakan tandu nasi tumpeng dan ayam ingkung ini merupakan bagian dari tradisi Ingkungan Dusun Kuwarisan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Jawa Tengah.
Tradisi "Ingkungan" warga Dusun Kuwarisan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen tahun ini berlangsung meriah. Selain tujuh ingkung yang ditandu, ribuan juga warga membuat nasi ingkung untuk dibawa ke Masjid Banyumudal, Kuwarisan.
Bagi masyarakat Kebumen mungkin sudah banyak yang mengetahui tradisi ingkungan yang ada Dusun Kuwarisan, Panjer. Ini merupakan tradisi yang turun temurun diwariskan hingga hari ini.
Kegiatan ini digelar setiap setahun sekali pada bulan Sura atau Muharam, tepatnya hari Jumat Kliwon sesuai penanggalan Jawa.
Acara ingkungan yang khas dengan tradisi Jawa ini dipusatkan di Masjid Banyumudal. Kemeriahan terasa sejak Jumat siang sehabis salat Jumat. Warga mengarak tumpeng ingkung. Kirab dimulai dari halaman Kantor Kelurahan Panjer. Kemudian, menyusuri Jalan KH Hasyim Asy'ari menuju Masjid Banyumudal.
Ribuan warga sudah memadati area Masjid Banyumudal untuk mengikuti rangkaian acara, yakni tahlil dan doa bersama sekaligus Haul Syaikh Ibrahim Asmoroqondi, seorang ulama yang dulu dikenal membuka dukuh Kuwarisan dan menyebarkan Islam di sana.
Tino Sidik, Ketua RT 03/RW 10 Dukuh Kuwarisan mengatakan, kegiatan Ingkungan tidak pernah mandeg. Bahkan pada saat Covid-19 sedang berada pada titik puncak, kegiatan ini tetap diadakan.
Baca Juga: Pemandangan Mengerikan Lelehan Magma Gunung Merapi, Sepekan Terjadi 43 Kali Guguran Lava
"Tidak pernah mandeg. Dua tahun kemarin pada saat Covid-19 tetap diadakan oleh masyarakat. Ini sudah kaya menjadi kewajiban dimana pada Jumat Kliwon di bulan Muharam warga Kuwarisan setiap KK bikin ingkung," tuturnya.
Ingkung merupakan ayam yang dimasak dengan bumbu yang komplit ditambah dengan kuah santan yang kental. Dalam tradisi ini juga disediakan nasi tumpeng, dan lengkap dengan sayuran dan lauk pauk yang lain, seperti telur, dan tempe.
Setiap keluarga atau keturunan asli Dusun Kuwarisan yang sudah berumah tangga, baik yang di Kebumen maupun yang di luar daerah wajib membuat tumpeng ingkung.
Bahkan tak jarang dari mereka yang berada dari luar daerah mudik ke kampung halaman untuk ikut memperingati tradisi yang disakralkan itu. Jika tak sempat mudik, mereka menitipkan uang kepada sanak keluarga di kampung untuk membuatkan tumpeng ingkung atas nama dirinya.
Ingkung tidak boleh dimakan sebelum didoakan oleh imam masjid, setelah didoakan ingkung ayam dibawa pulang kembali ke rumah masing-masing untuk dimakan bersama sanak keluarga.
Selain untuk memupuk kebersamaan, silaturahmi dan berbagi, warga percaya, tradisi ini sebagai 'penolak bala'. Karenannya orang di sini masih percaya jika tidak membuat ingkung, bisa mendapat bahaya.
Tag
Berita Terkait
-
Benahi Wajah Kota, Kebumen Bangun Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki
-
Tarik Uang Rp 16 Juta dari Konsumen, Marketing Villa di Kebumen Ditangkap Polisi
-
Jalan Kebumen-Banjarnegara Via Giritirto Karanggayam Akhirnya Dibeton, 12 Tahun Terbengkelai
-
Tewas Terlilit Jaring Ikan Sendiri, Warga Kebumen Ditemukan di Dasar Sungai Luk Ulo
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang