PURWOKERTO.SUARA.COM, Konflik Pesulap Merah dengan Gus Samsudin masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan akhir-akhir ini. Muasalnya Pesulap Merah membongkar modus perdukunan yang ternyata penuh trik bahkan penipuan.
Masalah itu berbuntut panjang. Banyak dukun yang tidak terima dan gerah dengan keberanian Pesulap Merah yang terus menguliti profesi mereka. Ada yang berusaha menyantet, hingga melaporkan Pesulap Merah ke polisi.
Fenomena dukun di bumi nusantara tidak terbantahkan. Banyak masyarakat nyatanya masih memercayai kehebatan dukun untuk membantu memecahkan problem mereka, mulai penglaris, pesugihan, pengobatan, hingga perjodohan.
Bukan hanya kalangan masyarakat bawah saja yang memercayai, banyak pula kalangan masyarakat atas, baik secara ekonomi maupun intelektual atau pendidikan tinggi menggunakan jasa dukun untuk membantu hajat mereka.
Tak ayal, dukun mendapat posisi terhormat bagi sebagain masyarakat. Ini melahirkan pengkultusan terhadap mereka. Lihat saja dari panggilan-panggilan istimewa dukun, mulai mbah, ki, kyai, ustaz, hingga gus.
Panggilan Gus sendiri sebenarnya sudah populer di kalangan santri. Gus adalah panggilan untuk anak seorang kyai (laki-laki), biasanya di pesantren, sebagai penghormatan terhadap orang tuanya yang berjasa mengajarkan ilmu agama.
Tidak ada hubungan derajat keilmuan agama dengan sapaan Gus di pesantren. Artinya, entah dia menguasai ilmu agama atau tidak, anak seorang kyai di pesantren wajib dipanggil gus. Panggilan kehormatan juga berlaku untuk putri seorang kyai dengan sebutan Ning.
Karenanya, seorang Gus belum tentu ulama atau perilakunya Islami. Sebaliknya, seorang yang menguasai berbagai disiplin ilmu agama, tidak bisa dipanggil Gus jika dia bukan anak kyai, atau hanya anak petani maupun profesi lain misalnya.
Jadi jelas, fenomena dukun dipanggil Gus, adalah sebutan yang mungkin diciptakan sendiri untuk mendapat kehormatan di mata masyarakat atau pasiennya. Sebutan itu juga dapat menegaskan bahwa dia bukan orang sembarangan. Sehingga bisa dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Baca Juga: Minta Antar Buang Jimat, Pria Ngrampal Sragen Tiba-tiba Loncat ke Sungai Bengawan Solo
Kemungkinan kedua, sebutan Gus untuk dukun lahir dengan sendirinya dari para pengikut atau pasiennya. Ini karena pengkultusan mereka terhadap orang yang dianggap memiliki kelebihan di antara lainnya.
Bukannya sudah dari dulu, karakter masyarakat kita yang inferior, selalu mencari orang yang bisa diikuti ucapan dan tindakannya, lalu mengultuskannya. Rasanya jarang, masyarakat mau memanggil dukun yang mereka percayai dengan sebutan Mas, Pak, atau namanya langsung.
Jadi jelas, kenapa Dukun punya nama lain Orang Pintar. Karena dia memang pintar, di lingkungan orang-orang bodoh yang mengikutinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak