/
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:40 WIB
Petugas BPBD setempat sedang meninjau dampak banjir di Kota Medan. (Foto: BNPB)

PURWOKERTO.SUARA.COM, MEDAN - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur mayoritas Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (18/8) pukul 01.00 WIB dini hari. Hujan deras tersebut menyebabkan terjadinya banjir di beberapa wilayah. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menerangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir tergenang di 10 kecamatan. 

Diketahui, Kecamatan yang terdampak di antaranya Kecamatan Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Polonia, Medan Petisah, Helvetia, Medan Barat dan Medan Labuhan.

"Dari keseluruhan wilayah terdampak itu, tercatat ada kurang lebih 6.323 rumah terendam banjir dengan variasi tinggi muka air 0-200 sentimeter. Ada tujuh unit sarana ibadah, empat sekolah, termasuk satu ruas jalan turut terdampak banjir," ujar Muhari dalam siaran tertulis BNPB pada Jumat (19/8/2018).

Di samping itu, lanjutnya, banjir telah berdampak pada 8.067 KK atau 25.383 jiwa. Adapun 15 jiwa terpaksa mengungsi atas banjir tersebut.

Ia menjelaskan, BPBD Kota Medan telah melakukan monitoring dan kaji cepat serta memberikan dukungan kepada warga terdampak. Bersama lintas instansi terkait, BPBD Kota Medan juga mengupayakan pemulihan dini dan membantu membersihkan sampah serta lumpur yang terbawa banjir.

"Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Medan dan sekitarnya hingga Minggu (21/8), sebagaimana menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini, Jumat (19/8)," lanjut Muhari.

Menyikapi hal itu, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Muhari menerangkan, upaya seperti monitoring lereng perbukitan, susur sungai, pembersihan aliran sungai, kanal, saluran drainase perkotaan, dan saluran irigasi agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi tata ruang lingkungan.

Baca Juga: Warga Purwokerto Antusias Tukar Uang Baru Emisi 2022, Begini Caranya

Menurutnya, apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu. (Arif KF)

Load More