/
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 20:58 WIB
Kondisi luapan sungai di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

PURWOKERTO.SUARA.COM- Banjir bandang yang terjadi di Desa Kadongdong-Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut, Jawa Barat akibat luapan sungai tak sampai menerjang kawasan permukiman warga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Satria Budi, Sabtu (13/8).

“Kejadian banjir di Banjarwangi itu tidak sampai menerjang rumah warga disana,” ungkap Satria dikutip dari Antara.

Dia mengatakan,  bencana banjir bandang yang terjadi pada Jumat (12/8) adalah akibat dari luapan Sungai Cikaengan setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.


Satria juga mengatakan jika daerah itu pernah dilanda banjir besar pada pertengahan Juli 2022 lalu. Akibatnya jembatan rusak dan sejumlah rumah warga terpaksa harus direlokasi karena berada di wilayah yang berpotensi terdampak bahaya banjir.

“Dulu daerah itu pernah banjir, dan banjir sekarang merusak jembatan sementara yang dibangun untuk akses warga, karena jembatan sebelumnya putus,” tambah Satria.

Pemerintah daerah, kata Satria, telah melakukan upaya untuk antisipasi dampak bencana banjir di daerah tersebut. Yaitu dengan melakukan relokasi rumah warga yang berada di zona bahaya terdampak banjir.

“Kejadian banjir kemarin itu disebabkan luapan sungai, dan jembatan sementara yang putus itu kondisinya berada sejajar dengan sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Polsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif mengatakan ,  jajarannya dibantu dengan unsur lain sudah terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dampak dari bencana banjir bandang yang mengakibatkan sebuah jembatan penghubung Desa Kadongdong-Padahurip rusak.

Baca Juga: Berperan Jadi Anggota Densus 88, Nicholas Saputra Curi Perhatian di Film Sayap Sayap Patah

Menurut laporan di lapangan, selain jembatan yang rusak, areal pertanian milik warga seperti persawahan juga terkena dampak dari banjir bandang yang terjadi. (Citra)

Load More