PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA- Sampah masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Meskipun sudah ada sebagian masyarakat yang kreatif mengolah sampah atau menjualnya. Namun kebanyakan sampah yang sering dimanfaatkan atau bisa dijual adalah sampah plastik.
Untuk sampah organik, belum banyak yang mampu diolah. Budidaya Maggot atau larva lalat BSF (Black Soldier Flies) bisa menjadi solusi untuk mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan perekonomian. Hal inilah yang dilakukan oleh Darjan (56) warga Desa Blater Kecamatan Kalimanah Purbalingga.
Darjan mulai menekuni budidaya maggot pada tahun 2017. Dia membuat tempat budidaya maggot menggunakan kelambu berukuran 3x3 meter di halaman belakang rumahnya.
"Awalnya saya pelihara ikan lalu nyari alternatif pakan ikan yang murah, dikasih tau sama saudara dan teman tentang maggot ini," katanya saat diwawancarai, Rabu (17/8) sore di rumahnya.
Berawal dari usaha mencari pakan alternatif, ia belajar membudidaya maggot. Ia mengumpulkan sampah organik di sekitar rumah untuk pakan maggot.
Dari budidaya maggot ini, Darjan bahkan sudah mendapat kontrak kerja dengan perusahaan yang mau menampung telur lalat BSF ini sebanyak 200 gram setiap harinya.
"Alhamdulillah untuk kontrak kerja dengan perusahaan bisa dapat 12 juta rupiah per bulan ditambah dari penjualan di luar itu total bisa 15 juta per bulan," ujarnya.
Dalam menjalani usahanya, Darjan dibantu Ghasi, putranya. Ghasi mengatakan, selain melayani penjualan telur lalat BSF dengan perusahaan, pihaknya bermitra dengan pembudidaya maggot yang lain untuk melayani penjualan maggot fresh yang berumur 12 hari.
"Harga maggot fresh bervariasi antara 4 hingga 6 ribu rupiah per kilo bergantung kualitas dan ukuran," katanya
Baca Juga: Kesuksesan dan Kehancuran HP BlackBerry Diabadikan Jadi Film
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bocoran iPhone 18: Apple Disebut Tunda Peluncuran, Spesifikasi Bakal Dipangkas?
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan
-
Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel
-
6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang