PURWOKERTO.SUARA.COM, Siapa tak mengenal Dieng, kawasan dataran tinggi ini selalu menjadi jujugan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. Ini tak lepas dari pesona dataran tinggi itu yang dipenuhi objek wisata alam dan budaya yang menarik.
Sebut saja Candi Arjuna Dieng, telaga warna, kawah Sikidang, hingga Bukit Sikunir, serta masih banyak destinasi lain, termasuk wisata pendakian Gunung Prau.
Beberapa objek wisata yang acap menjadi jujugan wisatawan berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Di situ ada situs peninggalan Kerajaan Hindu, Candi Arjuna, Museum Kaliasa dan Kawah Sikidang. Desa Dieng Kulon, tepatnya di komplek Candi Arjuna setiap tahun digelar even Dieng Culture Festival (DCF) yang selalu menyedot ribuan wisatawan.
Desa ini pun selalu padat saat momentum peak season, misal saat lebaran, pergantian tahun bari, dan DCF. Warga ramai-ramai membuka penginapan untuk menampung para wisatawan yang ingin bermalam saat momentum tersebut, di luar home stay yang ada.
Berikut Fakta Desa Dieng Kulon
Daerah konservasi
Dikutip dari laman Kemenparekraf, wilayah Desa Wisata Dieng Kulon berbatasan dengan Desa Pranten Kabupatan Batang di sebelah Utara, sebelah Timur dn Selatan berbatasan dengan Desa Dieng Wetan dan Sikunang kabupaten Wonosobo.
Sementara di sebelah Barat dibatasi oleh desa Karang Tengah Kecamatan Batur. Dilihat dari luas wilayahnya, Dieng Kulon memiliki luas sekitar 337.846Ha dengan landscape dominan adalah perbukitan yang sebelumnya merupakan kawasan konservasi namun kini sebagian sudah berubah menjadi kebun kentang.
Terdapat sekitar 163.603 ha untuk areal pertanian dan masih tersedia area hutan lindung 186.9 Ha.
Baca Juga: Jumlah Total Positif COVID-19 Tembus 6 Juta Jiwa, Satgas Sarankan Warga Vaksin Booster
Salah satu Desa Tertinggi
Secara spesifik, Desa Dieng Kulon berada di ketinggian 2093 mpdl. Berjarak sekitar 55 km menuju kota Banjarnegara. Karena ketinggiannya, tak ayal di desa ini, khususnya di komplek Candi Arjuna, tiap tahunnya saat musim kemarau biasa muncul fenomena embun es atau bun upas.
Bun upas adalah fenomena langka yang terjadi saat suhu beku minus 0 derajat celcius. Fenomena itu menghasilkan pemandangan langka mirip salju di negeri empat musim, Ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan ke Dieng.
Namun di sisi lain, fenomena ini menjadi momok bagi petani karena bisa merusak tanaman pertanian hingga gagal panen.
Desa Terpencil yang Makmur
Desa Dieng Kulon sejatinya adalah desa terpencil yang jauh dari akses perkotaan. Karena desa itu berbatasan langsung dengan kabupaten lain. Namun tidak seperti desa pinggiran lainnya, Desa Dieng Kulon justru makmur dan masyarakatnya sejahtera karena ditopang pertanian kentang yang menjanjikan, selain pariwisata Dieng yang juga menyumbang perputaran uang yang besar di desa tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar