PURWOKERTO.SUARA.COM, KEDIRI-Jagat maya digegerkan dengan cuitan Ketua Umum Ganjarist Eko Kuntadhi yang dianggap menghina Ning Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz, ustazah dari Ponpes Lirboyo Kediri.
Ia menambahkan kata-kata kotor (tolol) pada video ceramah Ning Imaz yang mengupas soal bidadari surga.
Dikutip dari NU Online, Ning Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz bukan wanita sembarangan. Ia merupakan putri pasangan almaghfurlah KH Abdul Khaliq Ridwan dan Nyai Hj Eeng Sukaenah Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ihsan Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Dari jalur nasab, Ning Imaz adalah cuc Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampasy pengarang kitab Siraj ath-Thalibin. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ning Imaz meneruskan kesalehan orang tuanya menjadi seorang penghafal Qur'an (hafidzah) dan menekuni fiqih.
Kecintaanya pada fiqih terlihat sejak Imaz duduk di bangku Tsanawiyah setingkat SMP.Di usianya remaja, Imaz sudah aktif berdiskusi dengan para ahli keilmuan Islam, khususnya fiqih di lingkungan pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), atau disebut forum bahtsul masail.
Perempuan 25 tahun ini pun aktif berdakwah melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Ia kerap menyampaikan materi perihal fiqih Islam, dan mengupas hukum-hukum yang kerap diperdebatkan di mayarakat. Ia membedah persoalan fiqih itu dengan merujuk dalil-dalil Al Quran dan Hadits, serta pandangan para ulama terdahulu dari kitab-kitab karangan mereka yang masyhur.
Sebelumnya, unggahan Ketua Umum Ganjarist sekaligus pegiat media sosial Eko Kuntadhi tentang potongan video ceramah Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur menuai reaksi berbagai kalangan. Pasalnya ia menambahkan kata-kata kotor pada caption video itu.
“Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,” bunyi caption yang ada dalam video unggahan Eko Kuntadhi itu.
Ning sendiri adalah gelar atau panggilan kehormatan untuk putri kyai di pesantren (Gus jika laki-laki). Ning Imaz adalah ustazah yang cukup disegani di kalangan umat Islam nusantara, terutama di lingkungan NU.
Baca Juga: Laga Pembuka Kualifikasi AFC U-20, Vietnam Kalahkan Hongkong 5 - 1
Postingan Eko Kuntadhi yang merendahkan itu tak ayal menuai reaksi dari aktivis NU. Di antaranta Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir.
Gus Nadir memberitahu ke Eko Kuntadhi bahwa sosok dalam video yang dia posting itu dalah Ning Imaz dari Ponpes Lirboyo, pesantren ternama di Jawa Timur.
Ia pun menasehati, sah-sah saja jika Eko tak sependapat dengan Ning Imaz soal materi yang disampaikannya dalam video itu. Namun seharusnya tidak perlu melabeli dengan kata-kata tolol yang nadanya merendahkan.
Lebih baik ia memposting video asli Ning Imaz apa adanya, tanpa ditambahi dengan kata-kata tak mengenakkan.
“belajarlah untuk santun dalam perbedaan,”katanya ke Eko Kuntadhi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
5 Lipstik Viva Terbaik untuk Usia 40 ke Atas, Anti Menor dan Tahan Lama
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Gubernur Sulsel: Permudah Penempatan ASN Berkualitas
-
Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit
-
Kisah Siti Jual Rumah Demi Pernikahan Anak hingga Hidup Susah Viral, Fakta Lain Ikut Terungkap
-
Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?
-
Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara