/
Kamis, 15 September 2022 | 06:42 WIB
Ning Imaz Lirboyo

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEDIRI-Jagat maya digegerkan dengan cuitan Ketua Umum Ganjarist Eko Kuntadhi yang dianggap menghina Ning Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz, ustazah dari Ponpes Lirboyo Kediri

Ia menambahkan kata-kata kotor (tolol) pada video ceramah Ning Imaz yang mengupas soal bidadari surga. 

Dikutip dari NU Online, Ning Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz bukan wanita sembarangan. Ia merupakan putri pasangan almaghfurlah KH Abdul Khaliq Ridwan dan Nyai Hj Eeng Sukaenah Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ihsan Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. 

Dari jalur nasab,  Ning Imaz adalah cuc Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampasy pengarang kitab Siraj ath-Thalibin. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ning Imaz meneruskan kesalehan orang tuanya menjadi seorang penghafal Qur'an (hafidzah) dan menekuni fiqih.

Kecintaanya pada fiqih terlihat sejak Imaz duduk di bangku Tsanawiyah setingkat SMP.Di usianya remaja, Imaz sudah aktif berdiskusi dengan para ahli keilmuan Islam, khususnya fiqih di lingkungan pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), atau disebut forum bahtsul masail. 

Perempuan 25 tahun ini pun aktif berdakwah melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Ia kerap menyampaikan materi perihal fiqih Islam, dan mengupas hukum-hukum yang kerap diperdebatkan di mayarakat. Ia membedah persoalan fiqih itu dengan merujuk dalil-dalil Al Quran dan Hadits, serta pandangan para ulama terdahulu dari kitab-kitab karangan mereka yang masyhur. 

Sebelumnya, unggahan Ketua Umum Ganjarist sekaligus pegiat media sosial Eko Kuntadhi tentang potongan video ceramah Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau  akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur menuai reaksi berbagai kalangan. Pasalnya ia menambahkan kata-kata kotor pada caption video itu.  

“Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,” bunyi caption yang ada dalam video unggahan Eko Kuntadhi itu.

 Ning sendiri adalah gelar atau panggilan kehormatan untuk putri kyai di pesantren (Gus jika laki-laki).  Ning Imaz adalah ustazah yang cukup disegani di kalangan umat Islam nusantara, terutama di lingkungan NU.

Baca Juga: Laga Pembuka Kualifikasi AFC U-20, Vietnam Kalahkan Hongkong 5 - 1

Postingan Eko Kuntadhi yang merendahkan itu tak ayal menuai reaksi dari aktivis NU. Di antaranta Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir.  

Gus Nadir memberitahu ke Eko Kuntadhi bahwa sosok dalam video yang dia posting itu dalah Ning Imaz dari Ponpes Lirboyo, pesantren ternama di Jawa Timur. 

Ia pun menasehati, sah-sah saja jika Eko tak sependapat dengan Ning Imaz soal materi yang disampaikannya dalam video itu. Namun seharusnya tidak perlu melabeli dengan kata-kata tolol yang nadanya merendahkan. 

Lebih baik ia memposting video asli Ning Imaz apa adanya, tanpa ditambahi dengan kata-kata tak mengenakkan. 

“belajarlah untuk santun dalam perbedaan,”katanya ke Eko Kuntadhi

Load More