/
Kamis, 15 September 2022 | 18:55 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan saat kunjungan kerja di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, pada Kamis, 15 September 2022. (Sekretaris Kepresidenan)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Pada kunjungannya di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menekankan pentingnya menjaga pertahanan dan keamanan di titik-titik terluar Indonesia.

Hal ini diungkapkan pada kunjungannya ke Kabupaten Maluku Barat Daya yang merupakan wilayah terluar bagian timur selatan pada Kamis, 15 September 2022.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia perlu desain yang tepat untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara di titik-titik terluar Indonesia.

“Kita melihat perlunya sebuah desain untuk pertahanan dan keamanan negara, di titik mana kira-kira paling tepat. Ini penting karena ini memang potensi yang ada di sini perlu dilihat secara detail,” ungkap Jokowi.

Tak luput dalam kunjungan itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menemani Jokowi untuk mengunjungi salah satu pulau terluar NKRI, yakni Pulau Leti yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

“Hari ini saya dengan Pak Menhan, Pak Menteri KKP dan Menteri PU melihat titik-titik yang saya tadi sbeutkan dalam  rangka sekali lagi pertahanan dan keamanan negara,” jelas Jokowi di daerah Tiakur, Kabupaten MBD.

Selanjutnya, Prabowo mengatakan bahwa 2,5 tahun lalu Presiden Jowoki telah memerintahkan untuk membuat desain pertahanan negara.

Desain ini digunakan untuk salah satu tujuan mengamankan jalur-jalur laut kepulauan di Indonesia yang merupakan jalur bagi 60 persen perdagangan laut dunia.

Selain menjaga pertahanan, wilayah yang harus dijaga itu memiliki kekayaan lama yang luar biasa. Tak hanya ikan saja, namun kekayaan mineral di bawah laut, gas dan minyak bumi.

Baca Juga: Kematiannya Membuat Orang Cemburu, Detik-detik Ustadzah Taslimah Meninggal saat Pimpin Khataman Al Quran

Dirinya pun menegaskan pulau-pulau terluar ini harus dirancang sebagai bagian dari pertahanan negara.

“Pulau-pulau terluar di kawasan ini memang harus sudah kita rancnag untuk menjadi bagian dari pertahanan kita. Tentunya ini akan kita lakukan dengan teliti dan mengikutsertakan semua lembaga terkait,” tutur Prabowo. (citra safitra)

Load More