/
Minggu, 18 September 2022 | 19:51 WIB
Prof. Dr. Azyumardi Azra (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA- Indonesia kembali kehilangan tokoh intelektual muslim. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Phil, MA, CBE wafat di Malaysia. Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan duka mendalam atas wafatnya intelektual Islam Indonesia ini.

Yaqut menilai, Azyumardi adalah intelektual Tanah Air berkaliber dunia. 

"Karya, ide dan gagasannya sangat mencerahkan, terutama pada ilmu kesejarahan yang menjadi bidang kepakarannya," ujar Menag di Jakarta, Minggu (19/9/2022).

Prof Azra, kata Menag, tipologi ilmuwan organik dan akademisi yang membumi. Sebagai intelektual, almarhum sangat responsif dan kontributif terhadap dinamika perkembangan zaman.

Bahkan, sebelum mengenal langsung sosoknya, Yaqut sudah mengenal Azyumardi Azra dari karya akademik dan karya sosialnya. 

Maklum, Azra sangat produktif menulis, baik dalam bentuk buku, artikel jurnal dan tulisan-tulisan populernya di media massa.

"Tepat kalau beliau dijuluki sebagai cendekiawan yang konsisten dengan dunia akademik dan selalu berpikir dengan tangannya,"katanya

Bukan hanya asyik dengan buku, Azra juga berkecimpung di masyarakat. Berbagai organisasi sosial dan profesi aktif diikuti, termasuk sebagai Ketua Dewan Pers.

Almarhum adalah intelektual muslim par exellence yang selalu menyuarakan moderasi beragama dalam karya-karyanya.

Baca Juga: 23 Pemain Pilihan Shin Tae-yong Hadapi Curacao, Negara dengan Peringkat FIFA 84

Seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, dinilainya berhutang dalam ide dan gagasan hingga PTKIN bisa berkembang pesat seperti sekarang. 

"UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berkembang pesat adalah rangkaian dari legacy almarhum," sambungnya.

Sisi lain almarhum Prof Azra yang membuatnya kagum adalah sosoknya sangat sederhana.

"Kesederhanaannya adalah teladan bagi semua akademisi dan intelektual di Indonesia," tuturnya.

Load More