/
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:34 WIB
Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi keterangan kepada jurnalis usai rapatt dengan para pemangkuke pentingan di Terminal bandara JB Soedirman Purbalingga, Jumat 30 September 2022. (Kemehub RI)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Kembang-kempis Bandara Jendral Besar Soedirman Purbalingga memaksa Mentri Perhubungan turun tangan. Sebanyak enam kepala daerah dikumpulkan bersama Angkasa Pura II dan maskapai penerbangan untuk membahas keberlangsungan bandara agar tak mangkrak. Pertemuan digelar di Terminal Bandara JB Soedirman, Jumat 30 September 2022. 

Pada pertemuan ini Menteri Perhubungan RI Dr Ir Budi Karya Sumadi didampingi Plt Dirjen Perhubungan Udara mengadakan pertemuan dengan Dirut Angkasa Pura II, Dirut Maskapai Penerbangan Citilink dan Wings Air, Danlanud JB Soedirman serta kepala daerah/perwakilan enam kabupaten yakni Bupati Purbalingga, Bupati Banyumas, Pj Sekda Pemalang, Kepala Dinhub Banjarnegara, Kepala Disperkimhub Kebumen dan Kepala Disperkimhub Wonosobo.

Rakor ini menghasilkan kesepakatan agar enam pemerintah daerah ini mengambil langkah blocking seat pesawat atau memesan kursi di setiap jadwal penerbangannya. Masing-masing Pemda sepakat memesan kursi pesawat untuk keperluan perjalanan dinas dengan kuota tertentu sehingga tingkat keterisian selalu memadai.

"Kami Bupati di enam kabupaten inshaallah akan mengawal untuk eksistensi bandara ini dengan melakukan jaminan blocking seat, mudah-mudahan nantinya dengan dukungan dari seluruh pihak bupati di 6 kabupaten ini bisa terbentuk market yang bagus dalam waktu yang tidak terlalu lama dan kunjungan di Bandara JB Soedirman ini tentunya semakin meningkat," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM mewakili enam kabupaten.

Mengenai teknis pembagian tugas block seat antar pemerintah daerah, termasuk kemampuan kuota akan dirapatkan di kemudian hari. Namun ia memastikan, sekitar pertengahan Bulan Oktober 2022 ini, Bandara JB Soedirman sudah kembali beroperasi untuk rute penerbangan Purbalingga - Jakarta dengan dukungan skema blocking seat.

"Belajar dari kabupaten lain, mudah-mudahan dalam waktu 3 - 4 bulan market terbentuk setelah blocking seat. Memang untuk membentuk market kita perlu ada stimulan, kalau sudah sering terbang dan dirasa aman maka masyarakat akan tertarik," katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dr Ir Budi Karya Sumadi mentargetkan Oktober nanti ada tiga penerbangan setiap pekan di Bandara JB Soedirman dengan rute Purbalingga (PWL) ke Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) atau sebaliknya.

"Komitmen untuk memastikan tiga flight dalam satu minggu untuk pertama kali sudah dimulai di bulan Oktober," kata Budi.

Jaminan block seat ini dilakukan sebagai upaya awal agar penerbangan dari dan ke Bandara JB Soedirman dapat segera beroperasi kembali setelah terdampak pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Penuh aksi, 5 Drama Korea yang Akan Tayang Bulan Oktober, Ada Drama D.O EXO

“Kita harapkan block seat ini tidak berlangsung lama dan setelah itu menjadi penerbangan yang biasa,” tuturnya.
 
Ditargetkan mulai bulan Oktober 2022, semua pihak baik pemda, operator penerbangan, serta operator bandara, sepakat berkomitmen menyelenggarakan tiga penerbangan dalam satu minggu sebagai permulaan. 

“Ini bukti adanya kekompakan dan kerja sama yang baik antara Kemenhub, pemda, operator bandara, serta maskapai, untuk memastikan adanya penerbangan di bandara ini,” ucap Menhub.
 
Dalam setiap pembangunan infrastruktur, pemerintah memastikan infrastruktur yang telah dibangun harus dapat delivered atau dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

“Kami ingin memastikan bandara ini berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Menhub.
 
Menhub mengatakan, penerbangan dari dan ke Bandara JB Soedirman sangat potensial dan pelayanan penerbangan di bandara ini telah dinanti oleh masyarakat Purbalingga dan sekitarnya. Keberadaan bandara ini diyakini akan memberikan banyak manfaat positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat di Purbalingga dan sekitarnya.

Load More