PURWOKERTO.SUARA.COM- Dalam rangka evaluasi kegiatan asistensi dan pengisian Usulan Rencana Kebutuhan Pelaku Usaha sebagai bagian dari Rapat Koordinasi tahun 2022 di Ciawi, Jawa Barat, Pemerintah membentuk Neraca Komoditas (NK).
Neraca Komoditas yang dibuat oleh pemerintah adalah salah satu bentuk upaya utuk mewujudkan sebuah platform data dan informai yang memuat situasi konsumsi dan produksi suatu komoditas tertentu.
Pembentukan NK dilakukan dalam kurun waktu tertentu yang ditetapkan secara nasional yang ditujukan untuk keperluan masyarakat dan industri.
Selain itu, pembentukan NK diharapkan dapat dijadikan parameter utama antar kementerian atau lembaga dan platform tunggal pelayanan perizinan berusaha.
Sehingga, dapat menunjang kegiatan usaha (PBUMKU) ekspor dan impor, pemberian jaminan kepastian bewaktu, jumlah, dan biaya perizinan, mendorong penyederhanaan tata iaga, peningkatan transparansi, serta menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi.
Selanjutnya, NK akan dijadikan sebagai dasar penerbitan Persetujuan Ekspor (PE) dan Persetujuan Impor (PI), acuan data dan informasi situasi konsumsi dan produksi suatu komoditas berskala nasional, acuan data dan informasi kondisi proyeksi pengembangan industri nasional, serta acuan penerbitan perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan di bidang ekspor dan impor.
Namun, Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan NK tidak hanya dijadikan sebagai dasar penerbitan PE dan PI.
“Jadi NK tidak hanya sebagai dasar penerbitan PI dan PE, lebih dari itu sebenarnya sebagai dasar utama pengambilan kebijakan nasional. Dengan basis neraca yang kuat pemilihan kebijakannya akan tepat dan akuntabiitasnya terutama objektif,” jelas Susiwijono. (citra safitra)
Baca Juga: Akhirnya Presiden FIFA Angkat Bicara, Ini Pernyataan Lengkapnya soal Tragedi Suporter Arema FC
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta