PURWOKERTO.SUARA.COM - Korban tragedi Kanjuruhan mencapai 678 orang. Sebanyak 131 di antaranya meninggal dunia dan 547 lainnya terluka. Ini merupakan data per Jumat 7 Oktober 2022 yang dirilis Polri.
“Jumlah total korban 678 orang. Terdiri dari korban meninggal dunia sebanyak 131 orang, korban luka sebanyak 547 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo pada Sabtu 8 Oktober 2022.
Dari ratusan korban yang terluka, 524 orang di antaranya mengalami luka ringan dan sedang. Sementara 23 orang lainnya mengalami luka berat. Sementara dari seluruh korban luka, sebanyak 60 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.
Berikut rincian data rumah sakit dan jumlah korban luka yang masih menjalani rawat inap:
1. RSUD Dr. Saiful Anwar : 34 orang
2. RSUD Kanjuruhan : 9 orang
3. RS Bhayangkara Hasta Brata : 4 orang
4. RSI Aisyiyah : 2 orang
5. RS Wava Husada : 5 orang
6. RST Soepraoen : 2 orang
7. RS UNISMA : 2 orang
8. RSI Gondang Legi : 2 orang
Tim Pencari Fakta Telusuri Penanggungjawab Tiap Tahap Pertandingan
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menelusuri setiap tahap pada pertandingan antara Arema dan Persebaya pada Sabtu 1 Oktober yang lalu, mulai dari perencanaan hingga akhir laga. Dengan cara ini tim pencari fakta bisa mengetahui titik masalah dan siapa penanggungjawabnya.
Tim gabungan pencari fakta telah menemui sebagian besar pihak-pihak yang terlibat di pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya.
Investigasi dilakukan dengan mendatangi dan mewawancarai berbagai pihak, serta mendapatkan bukti-bukti pendukung yang menjadi bahan analisis tim TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
Anggota TGIPF Letjen TNI (Purn), Doni Monardo mengatakan tim berupaya menginvestigasi seluruh tahapan dalam Tragedi Kanjuruhan agar bisa mendapatkan hasil yang akurat.
Baca Juga: Tahukah Kamu Biduran adalah Penyakit?
"Investigasi kita lakukan di setiap tahapan, mulai dari perencanaan pertandingan, persiapan, pelaksanaan, hingga, terjadinya kerusuhan dan penanganan korban pasca kerusuhan. sehingga kita bisa menemukan siapa yang bertanggungjawab di setiap tahapan itu," ujar Doni dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).
Berita Terkait
-
Tak Jatuhkan Sanksi atas Tragedi Kanjuruhan, FIFA dan Indonesia Akan Kolaborasi Benahi Sepakbola Tanah Air
-
Penghapusan Video Milik Saksi di Tragedi Kanjuruhan Malang Jadi Sorotan LPSK
-
Lirik Lagu Kanjuruhan Iwan Fals, Lengkap Kunci dan Chordnya
-
Suporter Purbalingga Panjatkan Doa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard