PURWOKERTO.SUARA.COM- Pernah kah kalian mendengar Panic Attack? Atau bahkan pernah merasakannya? Lalu bagaimana hal itu terjadi? Nah kali ini kita akan membahasnya secara tuntas.
Panic attack atau serangan panik adalah perasaan takut dan cemas yang sangat hebat serta terjadi secara tiba-tiba.
Sehingga, orang yang mengalami serangan panik tak bisa mengendalikannya karena diiringi dengan gejala fisik yang akut, seperti napas tersengal-sengal dan jantung berdegup kencang.
Biasanya, serangan panik terjadi ketika seseorang merasa cemas akan hal buruk yang pernah terjadi di hidupnya atau pernah mengalami sesuatu yang amat sulit, membuat stres dan trauma.
Seperti kehilangan orang terdekat, mengalami penganiayaan atau penelantaran, menjadi korban tindak kekerasan, dan mengalami pengalaman tidak menyenangkan di rumah atau sekolah.
Kondisi seperti ini bisa saja membahayakan, apa lagi jika terjadi pada anak-anak atau usia pertumbuhan.Karena mereka akan merasa kehilangan kendali terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya hingga merasa nyawanya terancam.
Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda dan gejala anak mengalami serangan panik atau panic attack, yaitu:
1.Napas tersengal-sengal, bernapas cepat, atau sulit bernapas
2.Kepala terasa ringan atau merasa akan pingsan
3.Cahaya terasa lebih terang dan intens
4.Detak jantung menjadi lebih cepat dan merasa sesak
5.Berkeringat lebih banyak dari biasanya
6.Kaki menjadi gemetar dan lemas
7.Mengeluarkan air mata, seperti tidak bisa berhenti menangis
8.Merasa terjebak sehingga merasa dirinya tidak mampu untuk bergerak
9.Mengalami kram perut atau mual
Lalu, bagaimana cara penanganan yang tepat saat seseorang mengalami hal tersebut? Berikut rangkumannya:
Baca Juga: So Sweet, Keluar dari Tahanan Rizky Billar Ingin Jadi Pelindung Keluarga
1.Menerima kenyataan bahwa serangan panik memang bisa terjadi
Biasanya pertahanan yang bisa dilakukan adalah menghindari tempat atau situasi yang dapat menimbulkan serangan panik, tapi ada kalanya kita harus menerima bahwa gangguan kecemasan itu memang bisa terjadi. Karena saat kita terus menghindar maka kecemasan itu akan terus muncul dan bertambah besar.
2.Mengurutkan abjad
Untuk anak cara ini cukup efektif , yaitu dengan mengajak anak menyebutkan kata-kata berhuruf pertama sesuai dengan urutan abjad. Kalian bisa memulai dengan menyebutkan nama hewan, benda yang ada disekitar, atau nama orang. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian otak sehingga rasa takut dan cemas tergantikan dengan pikiran yang lain.
3.Konsentrasi dalam bernapas
Cobalah untuk menarik napas dalam-dalam sebanyak lima kali, hitung sampai lima kata di setiap kali menarik dan menghembuskan napas, tarik napas melalui hidung lalu keluarkan melalui mulut.
Dengan melakukan pernapasan melalui otot perut dapat membantu kita lebih tenang dan membantu paru-paru mendapatkan lebih banyak asupan oksigen.
4.Carilah tempat aman dan nyaman
Saat seseorang mengalami serangan panik, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membantu mereka mendapatkan tempat yang aman dan membuat mereka merasa nyaman. Sehingga, orang tersebut dapat merasa lebih tenang dengan situasi dan tempat yang mereka kenal. (citra safitra)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis