PURWOKERTO.SUARA.COM- Pernahkah kalian melihat postingan di sosial media seperti Tiktok dan twitter yang memperlihatkan suatu ruangan penuh dengan barang bekas hingga sampah? Ternyata dalam medis kejadian seperti ini disebut dengan hoarding disorder.
Hoarding disorder adalah salah satu bentuk dari obsessive compulsive disorder (OCD) yaitu suatu perilaku yang ditandai dengan kecemasan yang berlebih karena keinginan untuk menyimpan barang yang sudah dipakai lagi.
Orang yang mengalami hoarding disorder biasanya merasa takut apabila membuang barang tersebut di suatu saat nanti barang itu diperlukan atau dibutuhkan lagi.
Perlu diperhatikan pula kalau hoarding disorder merupakan sebuah gangguan mental sehingga perlu penanganan yang khusus. Sehingga tidak bisa dinamakan dengan perilaku malas.
Karena jika orang yang mengalami perilaku seperti ini tidak mendapatkan penanganan segera pengidapnya akan semakin menutup diri dari lingkungan sosial, gangguan stress hingga gangguan cemas.
Nah Dibawah ini beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya hoarding disorder pada seseorang, yaitu:
1.Memiliki kebiasaan mengumpulkan barang bekas karena berpikir dapat dipakai lagi
Sebenarnya, dalam kondisi tertentu mengumpulkan barang bekas untuk dipakai kembali adalah hal yang lumrah, karena ada beberapa barang yang memang didesain untuk digunakan kembali atau reusable.
Namun, berbeda dengan pengidap hoarding disorder yang mengumpulkan barang yang seharusnya sekali pakai atau barang yang seharusnya tidak dipakai untuk disimpan. Karena dirinya berpikir barang tersebut akan berguna di masa mendatang.
Baca Juga: Masuk Musim Penghujan Beragam Penyakit Bakal Bermunculan, Lakukan Cara Ini agar Tetap Sehat
Kebiasaan ini kemudian berlanjut hingga barang-barang yang seharusnya menjadi sampah dan alhasil barang tersebut menjadi tertumpuk.
2.Pernah mengalami trauma
Ternyata pengalaman traumatis dapat menyebabkan orang memiliki hobi untuk menimbun barang yang tidak berguna. Hal ini karena adanya tekanan yang berlebih dari peristiwa masa lalu yang kurang mengenakan. Seperti kematian orang terdekat, kehilangan benda berharga yang membuat dirinya takut untuk membuang barang yang dimilikinya.
3.Mengidap gangguan mental lain
Seperti yang kita ketahui hoarding disorder merupakan bentuk dari OCD. Sehingga dapat disimpulkan gangguan seperti ini terjadi akibat gangguan mental lain seperti OCD, panic attack, hingga depresi. (citra safitra)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru