PURWOKERTO.SUARA.COM- Pada forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyaraka Adat Dayak Nasional (MADN) ke-1 tahun 2022, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemindahan Ibu Kota Negara atau IN dapat bermanfaat bagi masyarakat adat dayak dan seluruh Indonesia.
Tito mengatakan pemindahan IKN ke Kalimantaan dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia di berbagai daerah.
Ia juga menyampaikan keinginan dari Presiden Repubik Indonesia yang menginginkan adanya paradigm Indonesia Sentris.
“Bapak Presiden ingin agar ada paradigma Indonesia sentris, tidak jawa sentris,” jelas Tito.
Tito juga menambahkan di era pemerintahan Jokowi yang lebih banyak meakukan investasi di luar pulau Jawa dapat mendukung kemudahan aksesibilitas ke luar pulau Jawa.
Hal ini dikarenakan, posisi IKN yang berada di tengah Indonesia sangat memberikan kemudahan akses dan mobilitas dari berbagai pulau di Indoesa.
“Jarak penerbangan ini akan memudahkan, cukup 3,5 jam juga dari timur (Indonesia bagian timur) dan otomatis ini juga akan memberikan keuntungan, bukan hanya bagi masyarakat Kalimantaan tapi juga seluruh masyarakt Indonesia karena IKN letaknya di tengah,” jelas Tito.
Kemudian, menurut penuturan dari Tito keputuan memindahkan ibu kota adalah strategi yang tepat dengan dampa yang akan ditimbulkan adalah dampak jangka panjang yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.
“Ini dampaknya bukan hanya 2 tahun,10, 20 tahun, tidak. Ini kita bicara nanti ib kota dipindah ke sini, kita bicara soal Indonesia,” jelas Tito, pada Kamis, 13 Oktober 2022 di Balikpapan. (citra safitra)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar