/
Minggu, 16 Oktober 2022 | 21:25 WIB
Ilustrasi obat batuk sirup (Antaranews.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM Pemerintah Gambia mengumumkan kematian anak akibat cedera ginjal akut, yang diduga terkait dengan sirup obat batuk buatan India. Hal tersebut tentu menjadu perhatian seluruh dunia.

Adanya kejadian tersebut dapat membuat orang tua khawatir. Mungkin mereka berpikir jika obat sirup berbahaya karena berita tersebut. Nyatanya hal tersebut tidak benar, karena ada obat yang memang sudah aman untuk dikonsumsi, utamanya yang sudah lolos BPOM.

Meskipun demikian orang tua harus jeli dalam memilih obat sirup yang aman untuk anak. Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih obat sirup.

Berikut beberapa tips dalam memilih obat sirup yang aman.  

Cara Memilih Obat Sirup yang Aman

1. Periksa dulu gejala batuk, apakah batuk berdahak atau batuk kering. 

2. Baca dosis dengan cermat pada kemasan

3. Dosis didasarkan pada usia, kondisi medis, dan respons terhadap pengobatan

4. Jangan menambah dosis Anda atau mengonsumsi obat lebih sering daripada yang disarankan

Baca Juga: Begini Hukum Suami yang Berpoligami Menurut Buya Yahya

5. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat ukur / sendok. Jangan gunakan sendok rumah tangga karena mungkin memiliki dosis yang salah.

6. Selalu periksa label obat yang diminum untuk melihat apa bahan-bahannya.

7. Setelah memilih obat yang tepat, baca labelnya dengan cermat, sehingga memahami berapa banyak dan seberapa sering obat yang harus diminu, perhatikan efek sampingnya yang umum, dan peringatan apa pun yang perlu Anda waspadai.

Selain memperhatikan hal diatas, orang tua juga perlu mengingat jika obat tidak sama. Satu sirup obat batuk mungkin tidak berfungsi untuk semua jenis batuk. Berikut klasifikasi obat batuk yang perlu Anda ingat. 

· Obat Penekan Batuk seperti Dextromethorphan Hydrobromide membantu menekan fekruensi Anda batuk, sehingga Anda tidak akan batuk terlalu sering.

· Ekspektoran seperti Guaifenesin membantu menipiskan lendir, membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan.

Load More