Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan, peningkatan kasus gangguan ginjal akut atipikal atau gangguan ginjal akut misterius yang terjadi pada anak sebanyak 152 kasus. Meskipun sudah ada sejak Januari 2022, namun penyakit misterius ini mengalami pelonjakan yang signifikan pada September 2022. Penyebab gangguan ginjal akut pada anak pun dipertanyakan.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun IDAI hingga Jumat (14/10/2022) kemarin, sebanyak 152 kasus tersebut ditemukan di 16 provinsi. Antara lain yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi Kep. Riau, Papua Barat dan Papua. Angka tersebut meningkat dari yang sebelumnya mencapai 146 kasus.
Menurut laporan Piprim, kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak (acute kidney injury/AKI) di DKI Jakarta menjadi yang terbanyak, diikuti oleh Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, Bali, dan juga Yogyakarta.
Gangguan ginjal akut misterius pada anak di DKI Jakarta saat ini sebayak 49 kasus. Sementara itu, di Jawa Barat yakni mencapai 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kasus, Bali sebanyak 15 kasus, dan Yogyakarta sebanyak 11 kasus.
Kasus gangguan ginjal akut misterius tersebut diketahui mulai meningkat pada Agustus 2022 dengan jumlah penderita mencapai 36 kasus. Namun, puncaknya terjadi pada bulan September kemarin yang mencapai hingga 76 kasus.
Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Sampai saat ini, penyebab gangguan ginjal akut pada anak tersebut masih belum diketahui secra pasti. IDAI mengatakan jika fenomena ini masih belum menemukan titik terang tentang penyebabnya sehingga masih harus dibutuhkan investigasi lebih lanjut.
Penting untuk diketahui, penyakit jenis ini disebut “misterius” lantaran pola perkembangan penyakit terjadi sangat cepat, tidak seperti penyakit ginjal biasanya.
IDAI saat ini tengah melakukan investigasi terhadap virus tertentu yang dicurigai sebagai penyebab penyakit ini melalui pemeriksaan swab tenggorokan dan juga rektal. Sayangnya, hingga kini belum ditemukan jenis virus yang identik sebagi pemicu masalah kesehatan ini.
Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Tewaskan 11 Anak, Ini Ciri Utama yang Wajib Diwaspadai
Gejala Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Dr. Yanti Herman, Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes menyatakan jika salah satu gejala utama penyakit gagal ginjal akut pada anak ini yakni terjadinya penurunan drastis pada volume air kencing yang dikeluarkan. Penurunannya ini, biasanya akan ditandai dengan peningkatan jumlah nitrogen urea darah atau penurunan hingga tidak ada produksi urin sama sekali.
Lantaran gejala tersebut, mengingatkan agar para orang tua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika telah ditemukan gejala penurunan volume atau tidak buang air kecil sama sekali.
Tak hanya itu, Yanti menegaskan bahwa gangguan ginjal akut pada anak ini umumnya akan terjadi pada anak dengan usia 0 sampai 18 tahun. Ada pun mayoritas akan menyerang balita, anak yang tidak memiliki riwayat kelainan pada ginjal, hingga anak yang tidak mengalami demam ataupun gejala infeksi lain dalam kurun waktu 14 hari terakhir.
Selain jumlah air kencing, orang tua juga harus mewaspadai jika anak mengalami gejala demam, infeksi saluran pernafasan akut (batuk dan pilek yang parah), dan gejala infeksi saluran cerna (yang ditandai dengan diare dan muntah).
Walaupun demikian, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI meminta agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta agar tetap waspada dan selalu mencari tahu informasi dari beberapa sumber terpercaya sehingga mereka tidak menerima informasi yang keliru terkait penyakit misterius ini.
Itulah tadi pembahasan tentang penyebab gangguan ginjal akut pada anak lengkap dengan gejalannya. Selalu waspada dan update informasi terkini agar dilakukan penanganan yang tepat jika anak Anda mengalami penyakit misterius ini.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Tewaskan 11 Anak, Ini Ciri Utama yang Wajib Diwaspadai
-
Pantangan yang Perlu Dihadapi Anak Setelah Sembuh dari Penyakit Gangguan Ginjal Akut Misterius
-
Duh! Anak Idap Gangguan Ginjal Akut Misterius Perlu Perawatan Berbulan-Bulan Hingga Bisa Pulih Total
-
Hindari Penyakit Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kadinkes Palembang Sarankan Hal Ini
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman
-
15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!
-
Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II
-
Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk
-
Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda
-
Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar
-
Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu
-
United for Jakarta, Misi Besar Bank Jakarta Bawa Persija Angkat Trofi di HUT ke-500
-
Ancaman Perang Dongkrak Harga Emas, Logam Mulia Lokal Sudah Ada Tanda-tanda Naik
-
2 Cushion Make Over dengan 25 Shades, Pilih Hydrastay atau Powerstay?