/
Senin, 17 Oktober 2022 | 14:26 WIB
Ferdy Sambo sesaat sebelum persidangan pembunuhan berencana Brigadir J, Senin 17 Oktober 2022. (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir J mengungkap fakta-fakta yang selama ini belum diketahui publik. Sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum ini diselenggarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 17 Oktober 2022 siang.

Dalam dakwaan itu, jaksa mengungkap detail kronologi pembunuhan berencana Brigadir J disertai peran masing-masing terdakwa. 

Ferdy Sambo datang mengenakan batik lengan panjang dengan rompi tahanan kejaksaan. Sementara terdakwa lain mengenakan kemeja putih dengan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah dan hitam.

Pada sidang ini, ada beberapa fakta baru yang terungkap. Fakta baru itu antara lain:

1. Ferdi Sambo dan Putri memberi hadiah iPhone 13 Pro Max kepada tiga terdakwa.

Beberapa hari setelah pembunuhan Brigadir J, Sambo meminta Bharada Eliezer, Bripka Riky Rizal dan Kuat Ma'ruf datang menghadap rumah pribadi Sambo di Jl Saguling 3. 

Di ruang kerja Sambo lantai dua rumah itu, mereka bertiga disodori amplop putih berisi mata uang asing. Bripka Riky dan Kuat, mendapat uang senilai Rp 500 juta. Sementara Bharada Eliezer senilai Rp 1 miliar.

Namun uang itu akan diberikan setelah kasus ini beres sesuai skenario Sambo. Hari itu mereka hanya menerima iPhone 13 Pro Max sebagai ganti HP mereka yang dimusnahkan. 

HP yang lama dimusnahkan untuk menghilangkan jejak digital kejahatan mereka yang terekam di percakapan HP. Tak satupun dari riga orang ini yang menolak pemberian iPhone 13 Pro Max dari Sambo.

Baca Juga: Pep Guardiola Kecewa Berat Gol Foden Dianulir, City Kalah 1-0 dari Liverpool

Putri Candrawathi yang berada di sebelah Ferdy Sambo mengucapkan terima kasih kepada ketiga anak buah suaminya yang telah menjalankan tugas mengeksekusi Brigadir J.

2. Putri mengetahui rencana pembunuhan Brigadir J sejak awal hingga eksekusi.

Dalam dakwaan, Putri Candrawathi mengetahui rencana pembunuhan Brigadir J. Hingga eksekusi rencana pembunuhan Brigadir J berjalan, Putri Candrawathi tak mencegah justru mendukung jalannya rencana pembunuhan.

3. Seperti Sambo, Putri ceritakan skenario pelecehan seksual kepada orang-orang di sekitar yang memiliki kewenangan.

Kepada Benny Ali yang diteruskan ke Brigjen Hendra, Putri Candrawathi mengaku dilecehkan Brigadir J. Putri secara detail menceritakan Brigadir J meraba pahanya hingga menyentuh kemaluan Putri Candrawathi yang tengah tertidur.

Menurut Putri, ia terbangun kemudian diancam dengan todongan pistol agar tidak berteriak. Namun Putri tetap berteriak yang membuat Bharada E naik ke lantai dua lalu terjadilah tembak menembak seperti skenario palsu versi Ferdi  Sambo.

Load More