PURWOKERTO.SUARA.COM Kasus gagal ginjal akut pada anak semakin tinggi. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan edaran resmi kepada tenaga kesehatan dan apotek untuk tidak memberi obat sirup jenis apapun kepada masyarakat.
Instruksi Kemenkes tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada 18 Oktober 2022
Kemenkes justru menyarankan pemberian obat suppositoria sebagai gantinya.
Apa itu obat supositoria?
Dengan adanya edaran dari kemenkes, maka masyarakat tidak dapat menemukan obat sirup untuk anak di apotek dan toko obat resmi.
Tingginya kasus gagal ginjal akut menjadi perhatian. Meskipun belu diketahui secara ilmiah penyebabnya. Saat ini masih dilakukan investigasi dan pemeriksaan terkait penyebab gangguan gagal ginjal akut.
Sembari menunggu hasil investigasinya keluar, masyarakat diimbau tak menggunakan obat-obatan dalam bentuk sirup dan dianjurkan menggunakan obat tablet atau supositoria atau obat yang dimasukkan lewat anus.
Apa Itu Obat Supositoria
Dikutip dari suara.com, supositoria adalah cara lain untuk memberikan obat ke dalam tubuh. Obat jenis ini tak ditelan tapi dimasukkan ke bagian tubuh bagian bawah seperti anus atau vagina sehingga memiliki bentuk yang kecil, bulat atau kerucut untuk mempermudah prosesnya.
Baca Juga: Kapolri Tak Ragu Lakukan Evaluasi Terhadap Kapolda yang Tak Mampu Kembalikan Kepercayaan Publik
Supositoria mungkin bukan produk farmasi yang paling ramah yang pernah digunakan, tapi obat ini dapat mempermudah obat yang tidak dapat ditelan atau yang tidak dapat diserap oleh perut atau usus dengan baik.
Supositoria terbuat dari zat seperti gelatin atau mentega kakao yang melapisi obat. Suhu tubuh akan membuat bagian luarnya meleleh dan obat itu perlahan-lahan terlepas masuk ke bagian tubuh.
Supositoria rektal masuk dari tubuh bagian bawah atau anus. Panjangnya sekitar satu inci dan memiliki ujung bulat atau berbentuk peluru. Supositoria dapar digunakan untuk mengobati:
· Alergi
· Kecemasan
· Sembelit
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha