PURWOKERTO.SUARA.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengungkap dukungan kemanan dari perusahaan media untuk jurnalis masih rendah. Temuan ini terungkap pada peluncuran Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2022 pada Rabu (19/10/2022).
Indeks Keselamatan Jurnalis 2022 ini dihitung berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 520 jurnalis pada 16 Juni-15 Juli 2022 di seluruh Indonesia. Rinciannya 120 jurnalis di Jakarta dan 402 jurnalis di luar Jakarta. Survei ini dilengkapi FGD dengan peserta editor dan jurnalis dari luar Jakarta (26 Juli 2022) dan FGD dengan peserta editor dan jurnalis di Jakarta (4 Agustus 2022) untuk lebih mempertajam hasil temuan di lapangan.
Penyusunan riset IKJ 2022 ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran detail kondisi yang dialami dan dihadapi jurnalis di tanah air. IKJ 2022 juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan media dan pemangku kepentingan terkait sehingga dapat menjadi panduan dalam melakukan perbaikan situasi keamanan bagi jurnalis.
Hasil riset menunjukkan, secara umum pengetahuan jurnalis mengenai risiko keamanan fisik, digital, psikologis, maupun kekerasan seksual sangat baik. Kendati, ketaatan jurnalis terhadap protokol cukup bervariasi.
Misalnya mayoritas jurnalis tahu pentingnya menggunakan jasa layanan surat eleltronik terenkripsi untuk melindungi data dari serangan digital. Namun hanya 43 persen jurnalis di Jakarta dan 51 persen jurnalis di luar Jakarta yang menerapkannya.
Riset ini juga menemukan mayoritas jurnalis memahami dengan baik aspek-aspek kekerasan seksual kecuali pada beberapa indikator. Ketika ditanya bentuk tindakan yang masuk kategori kekerasan seksual, terdapat 29 persen jurnalis laki-laki di luar Jakarta yang tidak menyebutnya sebagai kekerasan seksual.
Begitu pula dengan “memperlihatkan organ vital tanpa persetujuan”, 25 persen jurnalis laki-laki di luar Jakarta tidak menyebutnya sebagai bentuk kekerasan.
Berbanding terbalik dengan pengetahuan jurnalis mengenai protokol keamanan, dukungan keamanan dari tempat kerja mendapat indeks rendah. Beberapa indikatornya adalah minim pelatihan keamanan yang diberikan oleh perusahaan media dan minimnya protokol keamanan khusus bagi jurnalis perempuan (untuk melindungi perempuan dari ancaman kekerasan seksual).
Dalam sesi FGD, jurnalis menyebutkan kebanyakan pelatihan justru mereka dapatkan dari organisasi profesi dari pada perusahaan media tempat mereka bekerja.
Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Purwokerto Go Internasional, Kerja Sama dengan Prancis
Walaupun tidak memberikan perlindungan keamanan yang bagus kepada jurnalisnya, ada beberapa indikator dari media yang diberi nilai indeks cukup tinggi. Dua di antaranya adalah memberikan ruang sehingga jurnalis memiliki “hak menolak bila ditugaskan ke wilayah berisiko” dan “monitoring keselamatan jurnalis di lapangan”.
“Kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Namun, terkadang kurangnya pengetahuan jurnalis dalam melihat risiko keamanan dan minimnya perlindungan perusahaan media membuat dampak kekerasan semakin berat bagi korban,” ujar Ketua Umum AJI Indonesia, Sasmito.
Riset Indeks Keselamatan Jurnalis 2022 ini AJI Indonesia terlaksana berkat kerja sama AJI dengan USAID dan Internews. AJI mengucapkan terima kasih atas dukungan USAID dan Internews sehingga riset Indeks Keselamatan Jurnalis 2022 ini dapat terlaksana.
Berita Terkait
-
Kronologi Kebakaran Masjid Islamic Center Jakarta, Berawal dari Renovasi Kubah
-
Megahnya Kantor Pemerintahan Belanda yang Disulap Jadi Masjid Cut Meutia Jakarta
-
Mengiris Hati, Momen Ibu Kandung Sadarkan Pelaku Begal yang Bunuh Anaknya di Kantor Polisi
-
Ajak Warga Jakarta Kunjungi Taman, Anies: Bukan Hanya Sekadar Dibangun
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis