/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 20:14 WIB
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Biro Kantor Urusan Internasional (BUI) menjalin kerja sama dengan Institut Francais Indonesiadi Aula Syamsuhadi Irsyad, Selasa (18/10/2022). (Dok.UMP)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Biro Kantor Urusan Internasional (BUI) menjalin kerja sama dengan Institut Francais Indonesia di Aula Syamsuhadi Irsyad, Selasa (18/10/2022) kemarin. Acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Kuliah dan Beasiswa ke Prancis 

Kepala Biro Urusan Internasional UMP, Condro Nur Alim PhD menyatakan program ini merupakan upaya untuk mendorong internasionalisasi kampus dengan melakukan sinergi dan kolaborasi dengan mitra-mitra dari luar negeri yang potensial. 

“Internasionalisasi saat ini menjadi suatu keharusan untuk pengembangan suatu perguruan tinggi, dan UMP sangat berkomitmen terhadap internasionalisasi kampus,” katanya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Al Islam Kemuhammadiyahan Ahmad Darmawan MSi PhD mengatakan beasiswa ke Prancis menjadi pelaung luar biasa. Ia berharap mahasiswa bisa memaksimalkan peluang tersebut.

“Mudah-mudahan nanti bisa mengambil hikmah dari apa yang disampaikan oleh narasumber dan bertekad kita harus Go Internasional, kita boleh di Purwokerto, tapi wawasan kita harus Go Internasional,” ucapnya.

Pemateri sekaligus penanggungjawab kampus France Yogyakarta, Reinza Andraine, menjelaskan berbagai alasan pentingnya kuliah di Prancis. Reinza juga mengatakan, jika mahasiswa memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan jurusan, maka peluang untuk diterima semakin besar.

“Perkaya diri dengan pengalaman pengalaman yang relevan dengan jurusan tujuan, misalnya kita ingin jurusan manajemen, maka banyaklah berkutat di bidang seperti itu, misalnya kamu magang, mempunyai bisnis, ikut kegiatan volunteer atau melakukan penelitian dan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan alur seleksi dan pendaftaran yang akan dilalui selama pendaftaran berlangsung. “Mengikuti seleksi, mulai dari pendaftaran, mengunggah dokumen yang diperlukan, setelah itu akan diperiksa oleh juri, dan kalau lolos akan di panggil wawancara, dan jika tahap wawancara lolos sudah pasti diterima,” katanya. 

Aula Syamsuhadi Irsyad yang siang hingga sore itu dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai prodi yang ada di UMP ini juga marak dengan tanya jawab.  Mahasiswa terlihat sangat antusias untuk mengetahui lebih jauh kemungkinan mereka dapat menimba ilmu di Prancis.

Baca Juga: 9 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Ngaji di Cilacap

Selepas acara bersama mahasiswa, Institut Francais bersama dengan Kantor Urusan Internasional UMP melanjutkan diskusi tentang berbagai kemungkinan kerja sama antara Prancis dan UMP.  Francois Dabin selaku Dikrektur menyatakan bersedia menghubungkan UMP dengan Pemerintah Perancis. Kerja sama akan dijalin bukan hanya untuk para mahasiswa melainkan juga untuk dosen dan staf UMP.  

Load More