PURWOKERTO.SUARA.COM – Para orang tua mengaku kaget dan bahkan juga miris manakala beredar kabar gangguan ginjal akut yang beberapa hari terakhir ramai di media massa ditengarai berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam menghentikan sementara obat cair atau obat jenis sirup.
Lucia Pudyastuti Retnaningtyas, dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya mengatakan, orang tua dapat melakukan observasi dan tindakan medis dini di rumah untuk mendeteksi apakah anak mengidap Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI).
AKI atau biasa dikenal gagal ginjal akut misterius adalah kondisi di mana terjadi penurunan yang cepat dan tiba-tiba pada fungsi ginjal. Penyakit ini diidap anak usia 0-18 bulan yang tidak mengalami kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronik. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari AKI dan masih dalam tahap investigasi.
“Kasus-kasus di Indonesia belum ada yang mengarah ke salah satu penyebab khusus. Masih dugaan-dugaan sementara,” ujar dokter Lucia dikutip Antara.
Ia mengatakan, orang tua perlu mulai waspada ketika anak sudah mengalami gejala demam, infeksi saluran pernapasan akut (batuk dan/atau pilek), atau infeksi saluran cerna seperti diare dan muntah dalam 14 hari terakhir.
Ketika anak sudah menunjukkan gejala itu, maka orang tua perlu memantau tanda bahaya umum ditambah melakukan pemantauan produksi urine.
“Cara paling mudah adalah membandingkan dengan kondisi urine sebelum sakit. Jumlahnya berapa, frekuensinya bagaimana, lalu warnanya. Kalau jarang buang air kecil dan warna urinenya pekat atau kecoklatan, itu harus hati-hati,” jelasnya.
Ia menambahkan, bila urine berkurang atau tidak ada urine selama 6-8 jam saat siang hari, maka harus segera dibawa ke rumah sakit. Urine dikatakan berkurang ketika jumlahnya kurang dari 0,5ml per kilogram berat badan per jam dalam kurun waktu 6-12 jam.
“Ini adalah monitoring yang perlu diperhatikan dan bisa dilakukan orang tua ketika anaknya mengalami gejala,” imbuhnya.
Baca Juga: Kemenkes Larang 102 Obat Sirup Ini Diresepkan Dokter dan Dijual di Apotek. Ini Daftranya!
Dokter Lucia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik tapi tetap harus waspada dalam menyikapi fenomena ini. “Kita tunggu hasil investigasi resmi dan tetap mengikuti anjuran dari Kemenkes RI. Itu adalah tindakan terbaik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui website sehatnegeriku.kemkes.go.id mengumumkan telah ada 206 kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) per 18 Oktober 2022. Penyakit ini menyerang anak-anak, terutama mereka yang dibawah usia 5 tahun.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Aston Villa Siapkan Bek Kanan Muda untuk Hadapi Manchester United
-
Promo THR Spesial dari Alfamart, Pastikan Stok Sirup Anda Aman!
-
Berburu Kebutuhan Lebaran di Mal, Bazaar Ramadan hingga Promo Belanja Jadi Daya Tarik di Sini
-
Kim Jong Un Tembak 10 Rudal Balistik saat Perang AS-Israel vs Iran Makin Panas
-
Michael Carrick Tegaskan Manchester United Siap Hadapi Tekanan Empat Besar
-
Libas Everton, Arsenal Semakin Kokoh di Puncak Klasemen
-
Rincian Sanksi Berat NH Korindo Terkait Pelanggaran IPO POSA
-
7 Game Offline Seru untuk Anak saat Perjalanan Mudik, Tetap Asyik Meski Tanpa Sinyal
-
Jam Berapa harus Datang ke Masjid untuk Salat Ied Agar dapat Saf Depan?
-
Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump