PURWOKERTO.SUARA.COM- Bunda, pernahkah kalian mendengar baby blues syndrome? Baby blues syndrome adalah perasaan sedih yang dialami banyak wanita di masa-masa awal setelah melahirkan. Biasanya kondisi ini terjadi pada hari ke-2 atau ke-3 pascapersalinan.
Tenang saja, hampir sebagian besar ibu yang baru melahirkan akan mengalami baby blues syndrome. Hal ini dipicu dari kondisi calon ibu saat akan melahirkan yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup, tidak punya waktu untuk diri sendiri dan turunnya hormon saat melahirkan.
Perlu diketahui, baby blues akan berlangsung selama beberapa hari dan kasus paling lama adalah mencapai 2 minggu.
Selain itu, baby blues tidak perlu melakukan perawatan khusus karena akan hilang dengan sendirinya.
Tapi, ada hal yang perlu diwaspadai bila gejala dari baby blues tidak hilang setelah beberapa minggu bahkan semakin memburuk, maka terdapat kemungkinan sang ibu mengalami depresi pasca melahirkan atau pospartum depression.
Jika sudah mengalami depresi pasca melahirkan maka ibu harus mendapatkan perawatan khusus dan berbeda dari baby blues syndrome.
Nah, untuk mengenali syndrome ini yang paling utama adalah perubahan suasana hati yang begitu cepat yang dialami oleh sang ibu dari senang menjadi sedih.
Selain itu terdapat beberapa ciri lain yang termasuk kedalam gejala dari baby blues syndrome, yaitu:
1.Ibu merasa kelelahan sehingga dirinya tak mampu untuk mengurus dirinya sendiri
2.Mudah tersinggung, marah dan mengalami kecemasan
3.Susah untuk tidur
4.Kehilangan selera makan
5.Menangis secara tiba-tiba
6.Susah untuk mengurus bayinya sendiri dan merasa kewalahan.
7.Usia dari sang ibu yang masih tergolong muda
8.Sedang melahirkan anak pertama
9.Punya riwayat depresi atau gangguan kecemasan
10.Punya ketakutan untuk melahirkan.
Baca Juga: 177 Orang Mengungsi Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Purbalingga
Untuk mengatasi baby blues syndrome, perlu bagi orang terdekat untuk menjaga kondisi fisik dan psikis dari sang ibu saat akan melahirkan. Dengan mengingatkan untuk memiliki waktu tidur yang cukup, sempatkan untuk melakukan olahraga, dan konsumsi makanan yang dapat meningkatkan suasana hati atau mood. (citra safitra)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
5 Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Gemini yang Sedang Marah dan Ngambek
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas
-
76 Ketua RT dan RW di Pekanbaru Resmi Dilantik, Bakal Ikuti Retret
-
Kasus Febrie Adriansyah Disorot Media Asing: Ujian Serius Pemerintahan Prabowo
-
Mendagri Tito Wisuda 1.404 Praja IPDN, Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
-
Inovasi Brownies Mocaf Belimbing, Angkat Potensi Lokal Hingga Naik Kelas Bersama BRI