PURWOKERTO.SUARA.COM- Seperti yang diketahui, pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022 telah terjadi tragedi yang menyebabkan 151 orang meninggal dunia di Itaewon, Korea Selatan.
Hampir ratusan ribu orang datang ke Itaewon untuk merayakan pesta Halloween. Banyak dari mereka yang datang ke tempat tersebut untuk menikmati pesta di jalanan.
Namun, hal itu menjadi tragedi yang menumbangkan 151 orang meninggal, ratusan luka-luka dan ribuan orang menghilang.
Keramaian yang terjadi di jalanan Itaewon membuat banyak orang saling berdesakan, terhimpit, saling dorong yang mengakibatkan hilangnya pasokan oksigen kedalam tubuh.
Mengutip dari The Washington Post kejadian ini bisa disebut dengan “Crowd Crush” atau “Surge”.
Crowd Crush adalah suatu kejadian yang terjadi ketika orang-orang berkumpul dalam satu ruang terbatas yang membuat mereka saling dorong dan menyebabkan kerumunan saling berjatuhan atau disebut dengan “Domino Effect”.
Kembali ke tragedi yang terjadi di Itaewon, mengutip dari Allkpop ratusan orang mengalami “Cardiac Arrest” atau henti jantung secara bersamaan.
Dalam hal tersebut, bisa dikatakan Crowd Surge yang menyebabkan terjadinya Cardiac Arrest yaitu kondisi dimana jantung tiba-tiba berhenti untuk berdetak.
Saat terjadi surge, tekanan dari berbagai sisi menyebabkan tubuh sulit untuk bernapas. Hal ini karena paru-paru membutuhkan ruang yang lebih untuk mengembang dan mengempis saat memompa oksigen.
Baca Juga: Gilang Juragan 99 Mundur Sebagai Presiden Arema FC, Ini Alasannya
Tapi, karena tidak ada ruang yang cukup dalam kerumuman maka paru-paru tidak dapat melaksanakan tugas tersebut. Alhasil, tubuh akan mengalami penurunan kadar oksigen yang sangat signifikan.
Oleh karena itu, saat berada di keramaian ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan ketika muncul tanda-tanda akan terjadi crowd crush, yaitu:
1.Lindungi bagian dada dengan menggunakan kedua tangan
2.Jika terasa kerumunan sudah mulai tidak terkendali segera keluar
3.Tetap tenang untuk menghindari kehilangan energi secara berlebih
4.Hindari titik paling ramai
5.Lakukan pertolongan pertama kepada korban dengan memindahkan korban ke tempat yang lebih luas, baru lakukan tindakan CPR. (citra safitra)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Daftar Pemain Kroasia di Piala Dunia 2026, Luka Modric Pimpin Skuad
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
2.081 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Piala AFF U-19 di Sumut
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
5 HP 5G RAM 12 GB Termurah Juni 2026, Performa Gak Kaleng-kaleng Mulai Rp2 Jutaan
-
Kevin Diks Dapat Tugas Khusus dari John Herdman Jelang FIFA Matchday Juni
-
7 Cara Usir Tikus Tanpa Gunakan Racun, Solusi Aman untuk Keluarga dan Hewan Peliharaan
-
Suzuki Hadirkan MPV Hybrid 8 Penumpang, Desain Mirip Mobil Mewah Toyota tapi....
-
John Herdman Persiapkan Eliano Reijnders dan Jordi Amat untuk Piala AFF 2026
-
Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove