PURWOKERTO.SUARA.COM - Geger pernyataan Ismail Bolong, pensiunan Polisi yang menyebut ada setoran dari bisnis tambang batu bara ilegal sebesar Rp 6 miliar ke Kabareskrim Polri berlanjut. Terbaru, Ismail Bolong mengoreksi pernyataannya dan mengaku dipaksa membuat testimoni itu oleh Hendra Kurniawan semasa masih menjabat Karo Paminal Divpropam Polri.
Pernyataan itu disampaikan melalui video yang tersebar di media sosial. Ismail Bolong meminta maaf kepada Kabareskrim dan mengaku belum pernah bertemu langsung sebagaimana pernyataan sebelumnya.
Lontaran video Ismail Bolong ini memperkuat dugaan perang bintang yang terjadi di tubuh Polri. Satu per satu serangan antarkubu para jenderal itu mengemuka melalui proksi ataupun pengungkapan kasus.
Pengacara Hendra Kurniawan pada kasus Obstruction of justice Duren Tiga, Henry Yosodiningrat, menyatakan tidak tahu perihal keterlibatan kliennya terkait testimoni Ismail Bolong.
"Demi Allah saya tidak tahu menahu. Tapi saya pikir betapa mudahnya menimpakan kesalahan kepada Hendra ketika dia dalam keadaan tak berdaya dan tidak memiliki kekuasaan," ujarnya dikutip dari Instagram @derikdotcom.
Menyikapi hal ini, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan akan memberantas mafia tambang di Indonesia.
Mahfud MD mengatakan akan menggandeng KPK memerangi mafia tambang.
Mahfud MD kemudian mengungkap perkataan mantan Ketua KPK, Abraham Samad yang menyatakan jika mafia tambang diberantas, maka bukan saja utang Indonesia yang akan terbayar lunas, namun juga setiap warga negara Indonesia bisa mendapat Rp 20 juta tiap bulan.
Berita Terkait
-
Saatnya Bongkar-bongkaran, Kasus Mafia Tambang Batu Bara di Kaltim Pernah Ditangani Divisi Propam Pimpinan Ferdy Sambo
-
Mahfud MD Terngiang Abraham Samad : Jika Korupsi Tambang Diberantas, Indonesia Bebas Utang hingga Tiap Warga Dapat Rp 20 Juta Perbulan
-
Sosok Ismail Bolong, Ngaku Setor Miliaran Rupiah ke Kabareskrim dari Bisnis Tambang Ilegal hingga Seret Nama Brigjen Hendra Kurniawan
-
Saksi Kunci Sakit Keras, Sidang Kode Etik Brigjen Hendra Kurniawan Molor
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Human Specimens, Menantang Batas Antara Seni dan Kemanusiaan
-
Jakarta Dikepung Sampah, DLH DKI Jakarta Kebut Pemulihan Fungsi TPST Bantargebang
-
Uma Oma Heritage Menteng: Restoran Nusantara Autentik dengan Sentuhan Hangat Para Oma
-
Waspada! Jawa Tengah Masih Diguyur Hujan Sepanjang April 2026, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai!
-
Diplomasi Unik: Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Jepang Adu Kamekameha ala Dragon Ball
-
5 HP Terbaru Paling Dicari Periode April 2026: Ada HP Samsung dan POCO Spek Dewa
-
4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Eks Wakapolri Kritik Durasi Pendidikan Polri Hanya 5 Bulan: Masak Polisi Cuma Bisa Hormat dan Baris?
-
Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas
-
Bisakah Sunscreen Dipakai di Tangan? Ini 7 Lotion SPF Tinggi untuk Badan, Khasiat Lebih Nampol