PURWOKERTO.SUARA.COM- Kasus tewasnya satu keluarga yang membusuk di rumahnnya sendiri masih menjadi misteri yang perlu di ungkap.
Polisi belum memastikan penyebab kematian empat jenazah yang ditemukan pada Kamis, 10 November 2022.
Di duga penyebab kematian keempat orang itu karena tidak makan selama berhari-hari. Dugaan ini semakin diperkuat dengan tidak ditemukannya sisa makanan pada lambung korban.
Lalu, kenapa tidak makan atau minum bisa menyebabkan kematian?
Saat mencoba bertahan hidup tanpa makan dan minum lama kelamaan membuat organ tubuh mengecil. Terutama, otot dan hati akan berubah menjadi lebih kecil dibanding ukuran semula.
Alasannya cadangan energi dalam tubuh tersimpan di organ-organ tersebut. Sementara akibat berhenti minum, bobot tubuh secara keseluruhan akan menyusut.
Selanjutnya, tubuh akan merasa pusing, detak jantung melambat dan pingsan.
Tak hanya itu, tubuh juga mengalami hipotensi (tekanan darah rendah), kelemahan, dehidrasi, kerusakan tiroid, sakit perut, kalium rendah (hipokalemia, fluktuasi suhu tubuh, stres pasca-trauma atau depresi, serangan jantung hingga kegagalan organ dan kematian.
Berapa lama manusia dapat bertahan tanpa makan dan minum?
Waktu manusia bertahan hidup tanpa makan dan minum sangat bervariasi. Walaupun, manusia dapat bertahan hidup tanpa makan lebih lama dibanding tanpa minum.
Saat bertahan hidup tanpa makan, tubuh akan menggunakan cadangan dari lemak dan gula sebagai sumber energi. Berbeda dengan air yang tidak memiliki cadangan sebanyak cadangan makanan.
Baca Juga: Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial
Selain itu, air secara berkala harus kembali diisi karena telah berkurang melalui proses metabolisme. Sehingga, saat seseorang mengalami dehidrasi parah akibat kekurangan minum maka dapat menyebabkan kematian.
Pada umumnya manusia dapat bertahan berminggu-minggu tanpa makanan. Tapi, hal ini bergantung pada jenis kelamin dan komposisi tubuh.
Contohnya, orang dengan cadangan lemak lebih banyak bisa bertahan lebih lama karena tubuh akan membakar lemak tersebut sebagai bahan bakar saat kelaparan ekstrem. Bahkan, jika seseorang masih memiliki akses air tapi tidak punya makanan, maka ia dapat bertahan hidup hingga dua bulan lamanya.
(citra safitra)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena