PURWOKERTO.SUARA.COM - Pemerintah Korea Selatan menyediakan beasiswa untuk pelajar internasional, termasuk Indonesia. Apa saja keseruan kuliah di Korea, ini ceritanya.
Pemerintah Korea Selatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa Global Korea Scholarship (GKS). Beasiswa GKS dikelola oleh NIED (National Institute for International Education), lembaga eksekutif di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan.
GKS menyediakan beasiswa yang dimulai dari jenjang D3, S1, S2, dan S3. Beasiswa ini meliputi tanggungan penuh biaya perkuliahan, tiket pesawat PP Indobesia - Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa, tunjangan bulanan, tunjangan penelitian, biaya belajar bahasa Korea, dan juga asuransi kesehatan.
Pemberian beasiswa tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertukaran pendidikan internasional dan mempererat hubungan persahabatan antar negara.
Dari bincang-bincang dengan alumni Fakultas Biologi Unsoed angkatan tahun 1983 Dr Susanto MSc yang selama satu minggu di Korea Selatan, dari tanggal 22 -28 Oktober 2022, berikut keseruan di Negeri Gingseng:
1. Musim Gugur
Alumni S2 Ryukyus of University in Japan Dr.rer.nat., AB., Susanto, MSc. mengatakan musim gugur adalah salah satu fase dari musim yang ada di negara empat musim. Fase musim gugur ini ditandai dengan perubahan suhu tentunya dan perubahan warna daun yang tumbuh di daerah yang mengalami hal itu.
Suhu pada saat musim gugur berkisar 5 - 15C dan suhu di siang hari cenderung lebih hangat namun pada malam hingga pagi hari cenderung lebih dingin. Namun karakter musim gugur yang sangat menarik adalah pada saat terjadi perubahan warna daun pepohonan yang ada.
Daun berubah menguning sebagian besar atau ada tumbuhan khusus yang berwarna merah marum. Namun ada juga daun malah berwarna hijau pupus atau hijau cerah. Suasana inilah yang sangat menarik bagi orang yang hidup di daerah tropis.
Baca Juga: Sambo dan Putri Kompak Sebut Uang di Rekening Brigadir J buat Keperluan Keluarga
Oleh karena itu Susanto yang berasal dari Semarang yang merupakan bagian dari negara tropis, sangat menikmati suasananya musim gugur di kota Daegu Korea Selatan.
2. DCU
Kota Daegu menurut alumni S3 Bremen Universitaet Germany Susanto adalah kota terbesar ketiga di negara Korea Selatan. Kota Daegu cenderung berada di selatan kota Seoul.
Ketika berkunjung dan menikmati kota Daegu, suasananya benar-benar sangat menarik dan dingin suhunya. Beruntung sekali pada saat berkunjung ke kota Daegu tanggal 25 Oktober 2022, tidak ada angin, sehingga atmosfernya tidak dingin sekali.
Pada saat ke kota Daegu Susanto juga berkunjung ke salah satu universitas swasta terbaik di Korea, yaitu Daegu Catholic University (DCU). Universitas ini mempunyai jumlah mahasiswa sebanyak 14.101 orang, merupakan jumlah mahasiswa dalam jumlah yang besar juga.
Kemudian jumlah mahasiswa internasional sebanyak 383 orang. Hal ini berarti jumlah mahasiswa asing setara dengan 2,8 % dari jumlah mahasiswa keseluruhannya.
Berita Terkait
-
7 WNA Korsel yang Ditahan Imigrasi Ternyata Tim Kreatif TV, Cari Bakat di Indonesia?
-
Beredar Video Petugas Imigrasi Ciduk Paksa WNA Korsel Saat Ajang Pencarian Bakat, Ini Fakta Sebenarnya
-
Sempat Viral, 7 WNA Korea Selatan Diamankan Petugas Karena Menyalahgunakan VoA
-
Tersandung Kasus Penggelapan Dana, CEO Hook Entertainment Angkat Suara: Saya Menyesal, Tindakan Saya Tidak Bermoral
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Pemprov Jateng Pastikan Penanganan, Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahapan Lelang
-
Membaca "Seni Menghadapi Orang Manipulatif" di Tengah Zaman Penuh Muslihat
-
Mumpung Mimpi Itu Gratis: Semangat Pantang Menyerah dalam KluBelimbing
-
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal
-
Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera
-
Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026
-
Ruben Onsu Sengaja Setop Nafkah Anak, Pengacara: Aksi Protes karena Sulit Bertemu
-
Karhutla Pelalawan Masih Membara, Pemadaman Terkendala Vegetasi Kering
-
5 Sepatu Running Diskon Gede di Sport Station, Hoka hingga New Balance Ori Cuma Rp500 Ribuan
-
Corpus Uterus: Menelusuri Rahim, Trauma Sejarah, dan Perlawanan Perempuan