DCU adalah univeritas swasta di Daegu yang didirikan pada tahun 1914 dan dalam perkembangannya mempunyai lebih dari 5 bidang kajian/fakultas yang terdiri Humanities/Sociology, Natural Science, Engineering, Fine Arts/Physical Arts, dan Medice.
Sedangkan program studi yang dimiliki ada hampir 80 baik untuk jenjang pendidikan S1 sampai S3. Dalam kapasitasnya sekarang, DCU merupakan universitas yang berrangking nasional Korea Selatan pada 48 dari 200-an perguruan tinggi yang ada.
Sebuah program yang menarik yang di selenggarakan oleh DCU terkait pengelolaan kehadiran mahasiswa internasional di DCU adalah program berpola 3 + 2. Program 3 + 2 artinya mahasiswa selesai kuliah Diploma D3 dan melanjutkan kuliah 2 tahun (4 semester) di DCU Korea sehabis itu wisuda. Setelah wisuda maka peserta program ini berhak mendapatkan visa jenis F2. Visa F2 bisa digunakan untuk bekerja di Korea dengan bergaji berkisar 3.000.000 sampai dengan 5.000.000 Won (1 Won x Rp 12,56).
Kesempatan ini belum banyak diketahui anak-anak muda dari Indonesia. Dr.rer.nat., AB.,Susanto, MSc. sudah melakukan pengiriman 3 orang sebagai mahasiswa di program ini dan sekarang sedang belajar di DCU Korea. Namun ketiga mahasiswa tersebut merupakan alumni D3 dan S1 perguruan tinggi di China.
3. Kerja di Korea
Susanto menjelaskan untuk mendapatkan jenis Visa F2 dan tempat bekerja atau lowongan bekerja pihak DCU akan membantu. Hal ini dengan kata lain asal syarat dasar kemampuan bahasa Korea minimal Topic 4 atau Topic 5 bisa dipenuhi, maka kesempatan untuk bekerja di Korea akan sangat besar.
Bila dibandingkan dengan kembali ke Indonesia untuk bekerja di Indonesia. Maka kesempatan bekerja visa jenis F2 di Korea ini lebih menantang dan sangat menarik bagi peserta dari Indonesia. Standart biaya hidup yang paling rendah di Korea berkisar 1.000.000 sampai dengan 1.500.000 won/bulan asal pola sederhana.
4. Kuliah Gratis
Selama menjalankan kuliah pola 3+2 di DCU Korea, sebenarnya mahasiswa bila mampu dengan cepat menguasai bahasa Korea. Pada bulan ke 2 - 3 setelah kedatangan di Korea, maka mahasiswa boleh bekerja paruh waktu dengan gaji sebesar 10.000 won/jam atau setara 800.000 sampai dengan 1.300.000 won/bulan.
Baca Juga: Sambo dan Putri Kompak Sebut Uang di Rekening Brigadir J buat Keperluan Keluarga
Uang saku ini cukup untuk membayar biaya SPP, bulanan biaya hidup, dan pengeluaran lainnya. Bahkan bila sangat berhemat, masih bisa menabung untuk membayar SPP di semester berikutnya.
Kuncinya dari program ini, asal mahasiswa mau bekerja keras dan cerdas mengatur waktu belajar dan bekerja, maka kuliah di Korea bisa dikatakan “gratis”. Untuk itu bila mau mencoba dan paham situasi di korea silakan intip LINK ini yaitu s.id/SanHakKorea, jelas Dr.rer.nat.AB Susanto,MSc.
5. Lanjut S3
Setelah wisuda dari S2 bila peserta ingin melanjutkan sudi ke jenjang degree Doktoral (S3) akan besar sekali kesempatannya. Kalau peserta mampu berbahasa Inggris yang bagus sekali (misal IELTS sebesar 6.5) memudahkan mengikuti program beasiswa BK 21 atau Brain Korea 21.
Program BK 21 itu adalah model beasiswa dari professor di Korea yang mempunyai projek-projek penelitian berkualitas yang membutuhkan mahasiswa S2/S3. Besaran beasiswa termasuk biaya hidup dan SPP seperti itu sudah lumayan menarik sekali.
6. ATDIKBUD di Seoul
Susanto mengatakan bila akan menentukan mau kuliah dan bekerja di Korea adalah sebuah keputusan tepat untuk mendesain masa depan ceria. Langkah ini merupakan strategis sekali untuk mensikapi tantangan global di masa mendatang.
Menurut informasi dari ATDIKBUD Seoul, jumlah mahasiswa Indonesia di Korea sekarang berjumlah 2.000-an orang. DIibandingkan dengan mahasiswa dari Vietnam kalah jauh. Mahasiswa Vietnam sekarang ada 25.000 orang.
Hal ini berarti industri atau pelaku bisnis Korea sudah memutuskan untuk masuk ke Industri dan segera menguasai produk-produk Korea di setiap rumah tangga di Indonesia. Target mereka setiap rumah tangga di Indonesia wajib mempunyai minimal satu produk buatan Korea.
Hal ini berarti akan berbanding lurus dengan kebutuhan SDM Indonesia yang menguasai bahasa Korea dan berbanding lurus dengan kenaikan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea. Lebih detail Gambar 3 foto Dr.rer.nat.AB Susanto,MSc. dengan Dr.Gogot selaku ATDIKBUD di KBRI Seoul.
7. Perpustakaan dan Praktikum di DCU
Susanto menjelaskan DCU merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang bagus di Daegu. Dalam menyikapi kemajuan teknologi sekarang ini, maka DCU mengembangkan Perpustakaan digital.
Pada saat penulis berkunjung ke DCU Korea pada tanggal 25 Oktober 2022, sistem perpustakaan DCU sudah menerapkan perpustakaan digital berbasiswa IoT (Internet of Think). Sehingga mahasiswa dalam berselancar mencari pustaka yang terbaru cukup dengan menekan tombol-tombol bersinar di atas sebuah meja.
Di samping itu dalam praktikum teknik otomatif juga DCU tidak tanggung tanggung. Hal ini di tunjukkan dan komitmennya untuk sarana praktikum mahasiswa di bidang tersebut disediakan mobil BMW dari Jerman dibelah dua (Gambar 5). Oleh karena itu dengan sarana dan fasilitas tersebut, maka belajar di DCU Korea sangat layak sekali dan hampir dapat dikatakan murah.
8. Hubungi email abe09092019@gmail.com
Susanto yang juga Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang menambahkan yang harus disiapkan bagi calon mahasiswa dari Indonesia yang akan kuliah dengan beasiswa dan kerja di Korea Selatan di antaranya yakni passport, mental belajar di luar negeri, kemampuan berbahasa Korea, dan biaya diawal untuk belajar bahasa Korea. Selanjutnya bagi yang tertarik studi ke Korea silahkan hubungi email Susanto yaitu ke abe09092019@gmail.com
Berita Terkait
-
7 WNA Korsel yang Ditahan Imigrasi Ternyata Tim Kreatif TV, Cari Bakat di Indonesia?
-
Beredar Video Petugas Imigrasi Ciduk Paksa WNA Korsel Saat Ajang Pencarian Bakat, Ini Fakta Sebenarnya
-
Sempat Viral, 7 WNA Korea Selatan Diamankan Petugas Karena Menyalahgunakan VoA
-
Tersandung Kasus Penggelapan Dana, CEO Hook Entertainment Angkat Suara: Saya Menyesal, Tindakan Saya Tidak Bermoral
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
Harga Emas Palembang Awal Juni 2026 Masih Tinggi, Beli Sekarang atau Tunggu Turun Lagi?
-
Panduan Rute Lengkap Dari Cibinong Menuju Pendopo Malasari Nanggung
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar
-
4 Rekomendasi Penginapan Puncak - Cipanas 2026 Lengkap dengan Harganya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
8 Film Luar Negeri yang Tayang di Bioskop Indonesia Juni 2026, Ada Apa Saja?
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora