/
Minggu, 27 November 2022 | 20:07 WIB
Ilustrasi keluhan varises. (Unplas.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Beberapa tahun lalu selepas lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyumas Jawa Tengah, adik ponakan saya berniat untuk menjadi abdi Negara dengan mencoba mendaftar di Institusi TNI. Nahasnya dari berbagai tes yang sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan menjadi ganjalan yang ia temui.

“Kakimu ada varisesnya,” kata seorang anggota TNI yang memeriksa ponakan saya sehingga tidak berhasil lolos menjadi taruna.

Diakui atau tidak hal tersebutlah yang akhirnya memupus harapan ponakan saya untuk bisa bergabung dan mengabdikan diri pada Negara. Ia tidak sendirian, beberapa rekan sejawatnya juga mengalami hal yang serupa saat mendaftar untuk menjadi taruna. 

Jika kalian membaca tulisan para pakar yang membahas ihwal varises ternyata memang berbagai hal bisa jadi muasal masalah yang disebabkan oleh  pelebaran pembuluh darah vena. Mulai dari Usia, Faktor Obesitas, kondisi saat hamil serta gaya hidup kurang sehat seperti merokok dan minum-minuman  beralkohol.

Namun yang tidak saya sadari ada juga ternyata kebiasaan yang sering saya lakukan dan itu menyumbang pelebaran pembuluh darah vena yang saya miliki. Kebiasaan itu ialah rebahan, mungkin bagi kita Gen Z, hal ini menjadi satu gaya hidup yang tidak terpisahkan dalam setiap aktivitas. Entah mau mambaca buku, nonton film hingga bermai game kadang tanpa sadar dilakukan dengan rebahan.

Padahal kebiasaan tersebut ternyata berimplikasi pada tubuh kita utamanya mengalami varises. Hal tersebut terjadi lantaran orang-orang yang jarang bergerak aktif dalam kehidupan sehari-hari bisa berisiko memperlebar pembuluh darah vena kita. 

Inilah yang menjadi muasal varises terjadi, yang biasanya diakibatkan dari abnormalitas fungsi sistem vena yang disebabkan inkompetensi katup vena. Secara sederhana, ketika katup bekerja secara baik, darah bisa mengalir dengan lancar ke jantung. Namun pada saat kalian mengalami varises, katup di pembuluh darah vena mengalami malfungsi sehingga tidak bisa berjalan dengan semestinya.

Dikuitp Antara, Febiansyah Kartadinata Rachim Dokter Spesialis Bedan Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular mengatakan bahwa kemasalan bergerak dalam setiap aktivitas, baik di luar atupun di dalam rumah membuat aliran darah jadi melambat.

Nah, saat aliran darah melambat, darah bisa membeku dan membuat katup di pembuluh darah bekerja lebih keras. Hal inilah yang menurut para pakar medis menyebut bisa menjadi pemicu orang mengalami varises pada tubuhnya. FYI, di dunia kedokteran varises ini dapat terjadi tidak hanya di kaki saja yaa, melainkan di semua bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah vena.

Baca Juga: UNDIP Fasilitasi Petani Desa Majatengah Belajar Kapulaga Lewat Seminar Hybrid, Hadirkan Pakar Pertanian

Varises tersebut merupakan insufisiensi vena kronis, di mana ada gangguan aliran darah dari pembuluh darah vena yang mengarah ke jantung. Namun gejala yang paling sering terjadi adalah adanya pelebaran pembuluh darah vena di kaki, kemudian muncul bengkak di pergelangan kaki. Nah kalian kaum rebahan saat menemui hal tersebut harus lebih waspada juga bila kaki mudah kram dan nyeri sebab hal tersebut sudah menjadi pertanda awal.

Bisa jadi saat terjadi hal tersebut bermula karena racun yang harusnya dialirkan ke jantung malah menumpuk di kaki akibat gangguan sirkulasi di pembuluh darah vena. Implikasinya, biasanya warna kulit jadi semakin gelap dan menyebabkan kulit kering, gatal-gatal dan pada akhirnya ketika timbul luka. Nah pasca luka itu muncul proses penyembuhannya akan jadi semakin lama.

Pun begitu jika dilihat dari sisi medis, memang gejala-gejala tersebut harus dilihat secara konprehensip sehingga bisa terlihat seseorang tersebut mengalami varises. Untuk mendapatkan jawaban pasti, kalian harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi katup di pembuluh vena dengan Doppler Ultrasonography di mana dokter akan memeriksa kondisi katup di pembuluh darah.

Tulisan ini saya tunjukan bagi para kaum rebahan yang lebih suka bermalas-malasan, saya yang pernah mengalami masa-masa itu mengaku kapok Lombok. Sehingga saat ini saya lebih mengupayakan aktif bergerak dan tidak hanya rebahan melulu, semoga kalian juga ikut untuk bergerak bila tidak ingin mengalami varises.*(ANIK AS)

Load More