PURWOKERTO.SUARA.COM, SURAKARTA- Acara Ngunduh Mantu pernikahan putera Presiden Jokowi Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono bakal digelar di Loji Gandrung.
Tempat itu spesial bukan hanya karena menjadi rumah dinas Walikota Surakarta. Loji Gandrung yang berarsitektur Belanda memiliki nilai sejarah tinggi.
Nuansa Ngunduh Mantu di Loji Gandrung tentunya akan beda dibanding jika digelar di tempat lain.
Loji Gandrung merupakan satu di antara brberapa rumah dengan gaya arsitektur neo-klasik Eropa di Jalan Brigjen Slamet Riyadi. Masyarakat di Surakarta tidak banyak tahu mengenai kisah-kisah yang menyelimuti Loji Gandrung ini.
Dikutip dari laman resmi Pemkot Surakarta, pembangunan Loji Gandrung dimulai tahun 1830 dengan diarsiteki C.P. Wolff Schoemaker.
Ia merupakan arsitek dari Belanda dan menjadi guru besar arsitektur di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB) .
Rumah ini mulanya dipakai sebagai tempat tinggal saudagar perkebunan gula dan tuan tanah di Boyolali, yakni Johannes Augustinus Dezentje, atau akrab dipanggil Tinus.
Pembangunan Loji Gandrung dilakukan oleh Tinus setelah menikahi salah satu anggota keluarga Keraton Kasunanan Surakarta bernama Raden Ayu Cokrokusumo.
Ini merupakan pernikahan kedua Tinus setelah istri pertamanya, Johanna Dorothea Boode meninggal dunia setelah melahirkan anak pertamanya.
Baca Juga: Tepis Isu Selingkuh, Ferdy Sambo : Istri Saya Diperkosa
Saat menempati Loji Gandrung, Johannes Augustinus Dezentje menempatkan seperangkat alat gamelan di teras rumah dan memperbanyak pekarangan serta taman.
Di rumah itu ia sering mengundang relasinya untuk menggelar acara. Beberapa acara yang digelar ini membuat masyarakat di sekitar menjuluki rumah milik Johannes Augustinus Dezentje sebagai Loji Gandrung, konon menjadi asal usul rumah ini disebut Loji Gandrung.
Dalam perjalanannya, Loji Gandrung mengalami beberapa kali perubahan fungsi pada masa kemerdekaan.
Loji Gandrung yang awalnya digunakan sebagai tempat tinggal disulap menjadi markas pusat pasukan pimpinan Jenderal Gatot Subroto. Ini terjadi pada masa kedudukan Belanda yang terjadi pada saat Agresi Militer II Belanda.
Loji Gandrung dipakai sebagai tempat menyusun strategi perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan, tokoh tersebut adalah Komandan Brigade V Letkol Slamet Riyadi. Ia menyusun strategi Serangan Umum 1949 di Loji Gandrung.
Loji Gandrung, belakangan digunakan sebagai rumah dinas walikota Surakarta. Sejarah panjang Loji Gandrung masih dapat dinikmati dari beberapa tinggalan yang ada di dalam Loji Gandrung.
Masyarakat umum dapat mengunjungi beberapa bagian dari Loji Gandrung dan terdapat acara yang dilaksanakan di Loji Gandrung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama