PURWOKERTO.SUARA.COM - Manajer Portugal Fernando Santos mengatakan Cristiano Ronaldo tidak diturunkan pada babak 16 besar Piala Dunia melawan Swiss karena perilakunya di pertandingan sebelumnya.
Ronaldo pada Selasa malam duduk di bangku cadangan dan hanya bermain pada 17 menit terakhir saat Portugal mengalahkan Swiss 6-1 yang membawa mereka ke perempat final.
Diduga keputusan Santos mencoret pemain bintang sekaligus kaptennya setelah Ronaldo emosi karena diganti pada laga melawan Korea Selatan di terakhir mereka. Ketika itu Portugal kalah dari Korea.
Keputusan itu mengejutkan. Yang tak kalah mengejutkan striker yang menggantikan Ronaldo adalah Goncalo Ramos yang berusia 21 tahun. Ia dipilih bersama pemain berpengalaman seperti Andre Silva dan Rafael Leao.
Itu adalah debut internasional pertama Ramos untuk negaranya. Tetapi Ramos membayar kepercayaan pelatih setelah bintang Benfica itu mencetak hattrick yang menakjubkan.
Pasca pertandingan, Santos ditanya mengapa dia mencadangkan Ronaldo. Sang manajer dengan tegas membantah bahwa itu terkait insiden Korea Selatan.
"Cristiano dan Ramos adalah pemain yang berbeda. Tidak ada masalah dengan kapten tim nasional," katanya.
“Itu strategi. Pemain berbeda. Saya juga memulai [Diogo] Dalot, Raphael [Guerreiro], namun [Joao] Cancelo adalah pemain yang luar biasa."
"Itulah yang saya pikirkan untuk pertandingan melawan Swiss, di pertandingan lain mungkin berbeda."
Baca Juga: Gagalkan Semua Penalti Spanyol, Ini 4 Fakta Menarik Kiper Maroko Yassine Bounou
“Tidak ada masalah antara Fernando Santos dan kapten tim nasional. Kami telah berteman selama bertahun-tahun dan hal-hal tidak memengaruhi kami."
"Pelatih membuat keputusan. Saya sudah menjelaskan, bagian itu benar-benar terselesaikan dan dia memberi contoh kapten yang hebat."
Dapat dipahami bahwa Ronaldo tampak kesal karena tidak berada di XI, pertama kali dia tidak menjadi starter untuk Portugal di turnamen besar sejak Euro 2008.
Tapi dia dengan gembira merayakan dengan timnya setelah setiap gol melawan Swiss, sementara para penggemar mendukung namanya dan mendesak Santos untuk memasukkannya selama babak kedua.
Berita Terkait
-
Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2022: Maroko di Antara Para Raksasa, Siapa Lawan Siapa?
-
Jadwal Lengkap 8 Besar Piala Dunia 2022, Portugal Susul Maroko
-
Xherdan Shaqiri Minta Maaf Swiss Tersingkir di Piala Dunia 2022, Babak Belur Dihajar Portugal 6-1
-
Goncalo Ramos "Kesurupan" Hajar Swiss: Ronaldo Tetap Pemimpin Kami dan Selalu Berusaha Membantu
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T per April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Pemerintah
-
Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun
-
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
-
Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan
-
Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru
-
Spesifikasi Outward 2: Game RPG Terbaru Bermisi Menarik, Ramah PC Kentang
-
Susunan Komisaris dan Direksi BRI Finance Terbaru, Ada Eks Rektor UII
-
Bahan Baku Aman Jadi Fokus Baru Industri Kosmetik, Produsen Mulai Tinggalkan Formula Berisiko
-
Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara
-
Koperasi Desa Merah Putih, Apakah dapat Mengancam Ekonomi UMKM?