PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Seorang ibu berinisial RK (24) cemas tak terkira saat anaknya yang masih TK tak ada di sekolah di Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas, Selasa 13 Desember 2022. Hingga pukul 12.00, RK tak menemukan anaknya.
Ia tak punya pilihan selain melaporkan hal ini ke Polisi. Dari laporan ini, polisi mendalami latar belakang persoalan dalam keluarga RK.
Berbekal informasi itu, polisi mulai mendapatkan gambaran siapa saja yang diduga terkait dengan hilangnya anak RK.
Satu di antara orang yang diselidiki adalah orang tedekat RK, tak lain suaminya sendiri yang berinisial SA (26). SA adalah ayah tiri dari anak yang hilang.
Dari penyelidikan polisi, Ternyata benar SA yang menculik anak tirinya. Kepada polisi, SA mengaku menculik anak tirinya karena ingin hidup terpisah dari mertuanya.
Ia ingin hidup dengan istri dan anak kandung yang juga anak kedua istrinya. Namun keinginannya ditempuh dengan cara yang salah hingga ia harus berhadapan dengan hukum.
Sat Reskrim Polresta Banyumas menangkap pelaku penculikan berinisial SA (26) warga Desa Petir Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas.
"Untuk kasus yang viral di medsos terkait dugaan penculikan anak, alhamdulillah sat reskrim Polresta Banyumas telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku dengan inisial SA. Pelaku ditangkap pada hari Kamis tanggal 15 Desember diwilayah Kebumen," ungkap Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Supriadi S, SH, SIK, MH, saat dikonfirmasi, Kamis (15/12/22).
Saat diinterogasi oleh petugas, pelaku SA mengaku telah membawa anak tersebut saat pulang sekolah menggunakan kendaraan mobil jenis Grandmax tanpa sepengetahuan ibu kandungnya (pelapor).
Baca Juga: Jadwal Group Stage M4 World Championship
Pelaku SA juga mengaku bahwa dia membawa anak tirinya tanpa sepengetahuan pelapor dengan alasan ingin hidup bersama istri dan anak kandung pelaku yang merupakan anak kedua dari pelapor untuk pergi dari rumah mertua.
"Saat ini pelaku berada di kantor Sat Reskrim Polresta Banyumas untuk dilakukan pemeriksaaan dan proses hukum lebih lanjut," kata Kasat Reskrim.
Berita Terkait
-
Pemkab Banyumas Siapkan Pengamanan Khusus Sambut Libur Nataru untuk Wisatawan
-
Berkunjung ke Desa Wisata Terbaik Jateng Pekunden Banyumas, Ada Kampung Nopia dan Mino
-
Program KPSH jadi Upaya Bulog Banyumas untuk Kendalikan Harga Beras
-
Asik Pesta Miras, Sekelompok Pelajar Digerebek Polsek Jatilawang Kabupaten Banyumas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes