PURWOKERTO.SUARA.COM – Hari ni Pengadilan Negeri Surabaya mulai menyidangkan kasus Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada awal Oktober 2022 lalu.
Bertempat di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (27/01/2023) hari ini sidang kali ini sidang lanjutan menghadirkan Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC.
Pada persidangan itu Abdul Haris akui penjualan tiket laga Arema FC-Persebaya Surabaya mencapai 43 ribu lebih dari kapasitas atas suruhan AKBP Ferli Hidayat yang saat itu menjabat Kapolres Malang.
Menurut Abdul Haris saat diperiksa sebagai saksi mahkota untuk Suko Sutrisno Security Officer Arema hari ini, Jumat (27/1/2023) keterangan itu muncul.
Pemeriksaan tersebut dilakukan usai 50 saksi dari jaksa dan 1 ahli dari pengacara dua terdakwa itu tuntas dimintai keterangan.
Pada keterangannya, Haris diketahui telah berkirim surat permohonan ke Polres Malang tanggal 12 September 2022. Saat itu, informasi jumlah tiket yang dicetak sebanyak 43 ribu, melebihi kapasitas yang ditetapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Malang maksimal 38.054.
“Pak Dimas (ticketing officer) nge-share untuk cetak tiket sebesar itu,” kata Haris dikuti Antara. Jumat (27/01/2023).
Dia tidak tahu pasti detail teknis pencetakan tiket, tapi tugasnya adalah memastikan tiket tercetak dan proses distribusi tanpa ada keributan.
“4.000 dijual di online, ada yang dijual di tiket box. Ada 14 mitra kerja, kita memantau beberapa itu tiket-tiket terjual kisaran 42.000,” katanya lagi.
Baca Juga: Siswa Pesta Miras di Stadion Candradimuka Kebumen Kena Razia Satpol PP
Namun, sebelum menerima surat rekomendasi laga yang dikeluarkan Polres Malang tanggal 28 September dan Polda Jatim 29 September 2022, Haris tak menampik Kapolres sempat meminta pencetakan tiket dibatasi sesuai kapasitas dengan alasan kerawanan.
Akhirnya, sesuai kesepakatan dengan ticketing officer pesanan tiket dibatasi 12,5 persen untuk setiap koordinator wilayah suporter Aremania.
Informasi pengurangan itu langsung disebarkan di grup yang berisi ribuan Aremania dan Kasat Intel Polres Malang. Namun kebijakan itu menuai protes dan umpatan suporter di grup. Semua menghujat aturan yang mendadak karena mereka sudah menjualnya lagi ke suporter lain.
“Surat (dari Kapolres) itu saya share di grup Arema, terus dibahas di ticketing. Kita sepakat untuk mengurangi pesanan tiket sebesar 12,5 persen tiap pesanan. Yogya misalnya 100 dipotong 12,5 persen, Banyuwangi, Jatim, Ponorogo dan korwil-korwil, kami potong 12,5 persen. Saya sampaikan di grup Aremania, ini ada masukan dari Kapolres ada pembatasan tiket mohon maaf tiket nawak-nawak (kawan-kawan) akan saya potong 12,5 persen. Di situ ada kasat intel. Di situ terjadi banyak umpatan. Kok mendadak tanggal 29. Karena saya dari luar kota, tetangga saya suruh setor duit ke saya. Ini laga big match kok tiket tidak ada, apa rumah saya tidak diobong (dibakar) nanti. Di grup ramai,” beber Haris.
Selang sehari, kebijakan itu dibatalkan Ferli Hidayat. Ia meminta pembatasan tiket dilakukan di pertandingan berikutnya.
“Pak Haris tolong, untuk pembatasan tiket yang 38 ribu jangan dilaksanakan sekarang, itu pertandingan yang akan datang saja karena maksud saya pembatasan tiket itu agar pertandingan lebih longgar,” jelas Haris menirukan Ferli.***
Berita Terkait
-
Sidang Lanjutan Tragedi Kanjuruhan, Tiga Terdakwa Polisi Hadir di Pengadilan
-
Akhmad Hadian Lukita Bebas dari Tahanan Mapolda Jatim, tapi Bakal Hadir Menjadi Saksi di Sidang Kanjuruhan
-
Fakta Sidang Kanjuruhan, Eks Kapolres Malang Sebut Tidak Mengetahui Adanya Dokumen Keselamatan dari Panpel Arema
-
Sidang Lanjutan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Eksepsi Terdakwa dari Unsur Polisi Minta Bebas
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan
-
Link Live Streaming Bayern Munich vs Real Madrid: Laga Hidup Mati Sesungguhnya!