PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Purbalingga 0 persen pada 2024. Hal itu sesuai dengan prioritas utama yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Sesuai arahan Presiden Jokowi, pada 2024 tingkat kemiskinan ekstrim di Indonesia 0 persen. Oleh karena itu, kita juga harus mencapai target tersebut,” ujarnya dalam arahan pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Ruang Rapat Bupati, Jumat (27/01/2023).
Jika merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Kabupaten Purbalingga sebesar 145.330 jiwa di tahun 2022. Sementara dari jumlah tersebut yang masuk kategori miskin ekstrem sebesar 20.840 jiwa.
Angka itu turun dari 16,24 persen di tahun 2021 menjadi 15,30 persen pada 2022. Sementara prosentase kemiskinan esktrem sebesar 2,19 persen dari jumlah penduduk yang tergolong miskin di atas.
Untuk memangkas angka kemiskinan, Tiwi menginstruksikan untuk memverifikasi dan memvalidasi (verivali) data kemiskinan ekstrem di Kabupaten Purbalingga.
“Tahap pertama adalah menyamakan persepsi, terutama masalah data, karena dengan data ini kita bisa memberi intervensi secara tepat sasaran,” katanya.
Adapun data yang disepakati dipakai sebagai acuan kali ini adalah Data Terpadu Jawa Tengah dengan sumber Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2022 yang sudah di-verivali oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
DTKS Tahun 2022 menunjukkan di Purbalingga terdapat 2,15 persen atau 3.601 KK atau 7.886 jiwa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Sementara untuk data kategori penduduk sangat miskin terdapat 20,1 persen atau 33.714 KK atau 95.774 jiwa.
Baca Juga: Band Wali Rilis Lagu Kumaha Aing yang Seluruh Liriknya Berbahasa Sunda
Jadi, jika digabungkan dengan data sebelumnya total ada 37.315 kepala keluarga (KK) yang tergolong miskin ekstrim dan sangat miskin.
“Saya minta data 37 ribu keluarga ini by name by address di-breakdown ke pemerintah desa untuk bisa diverifikasi dan validasi. Apakah mereka selama ini sudah dapat bantuan dari pemerintah atau belum. Kemudian adakah yang lebih miskin dari mereka, jika ada maka diusulkan,” kata Tiwi.
Tiwi menugaskan Dinsosdalduk KBP3A untuk menjadi leading sektor dalam pendataan penduduk miskin.
“Kita beri waktu satu minggu, mulai Selasa 31 Januari 2023 sampai 8 Februari 2023 untuk verivali,” imbuhnya.
Setelah diverifikasi dan divalidasi, data itu akan dijadikan acuan dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan. Seluruh dinas terkait akan secara bersama-sama mengerahkan sumber daya yang ada untuk mengentaskan kemiskinan.
“Nantinya akan dibahas rapat lebih lanjut terkait kebijakan pengentasan kemiskinan, termasuk menyalurkan data hasil verivali kepada OPD yang memiliki program bantuan, baik OPD di Kabupaten Purbalingga maupun OPD di Provinsi Jawa Tengah," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pemkab Bekasi Dimana? Ada 3961 Penduduk Alami Kemiskinan Ekstrem
-
CEK FAKTA: Presiden Jokowi Bersih-bersih Kabinet dari Pengkhianat dengan Copot 6 Menteri, Benarkah?
-
20.840 Warga Purbalingga Masuk Kategori Miskin Ekstrem, Ini yang Dilakukan Pemerintah
-
Dinasti Jokowi: Karpet Merah Menanti Kaesang Terjun ke Politik Kekuasaan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur