PURWOKERTO.SUARA.COM – Polda Jawa Timur telah resmi menahan empat petani Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait konflik pertanahan.
Para petani yang ditangkap itu adalah Abdillah (58), Suwarno (54), Mulyadi (55) dan Untung (53). Mereka ditangkap oleh pihak Ditreskrimum Polda Jatim dan Polresta Banyuwangi.
Kombes Pol Deddy Fouri Millewa Kapolresata Banyuwangi menyebut bahwa penangkapan mereka terkait konflik pertanahan yang terjadi di Pakel antara warga dan PT Bumisari.
“Kasus pertanahan ini yaitu Hak Guna Usaha (HGU) atas Hak PT Bumisari. Ini kasus bermula dari 2018, ini terus bergejolak,” kata Deddy di Mapolda Jatim, Rabu (8/2/2023).
Dari kronologi yang ditulis polisi, kasus ini bermula saat tersangka Suwarno mengaku sebagai ahli waris dalam sertifikat HGU No. 295 berdasarkan akta penunjukan Sri Baginda Ratu tertanggal 11 Januari 1929 yang dikeluarkan oleh Achmad Noto Hadi Soerjo Bupati Banyuwangi saat itu.
Selanjutnya tersangka Suwarno memberikan kuasa kepada tersangka Abdillah guna keperluan mengurus penerbitan sertifikat ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi.
Polisi juga mengeklaim bahwa Suwarno, Abdillah, Mulyadi, dan Untung bersama-sama sengaja menyebarkan pemberitahuan yang tidak benar bahwa, “Tanah yang Dikelola PT Bumisari adalah Tanah Milik Warga Pakel”.
“Akibat yang ditimbulkan dari pemberitaan hoaks ini, adanya unjuk rasa besar-besaran dari warga Pakel. Kedua bentrokan antara warga desa dan karyawan yang pernah menimbulkan korban,” ujar Dedy.
Kata dia, sampai sekarang akta milik Suwarno itu belum bisa ditunjukkan legalitasnya.
Baca Juga: WNI Asal Bali dan Keluarganya Tewas Akibat Gempa Turki
Sementara itu AKBP Achmad Taufiqurrahman Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim menjelaskan penetapan empat tersangka ini dimulai tanggal 11 Januari 2023.
Tersangka Abdillah yang ditahan oleh polisi lebih dulu. Kemudian tiga tersangka lain dilakukan panggilan dua kali namun tidak hadir.
“Sehingga kami lakukan penangkapan bekerja sama dengan penyidik Polresta Banyuwangi. Lalu BB (barang bukti)yang kami sita dalam kasus ini adalah copy HGU 295, flashdisk, dan handphone,” kata Taufiq.
Atas perbuatannya empat orang itu terancam Pasal 14 dan atau 15 Undang-undang nomor 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan kabar bohong dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.***
Berita Terkait
-
Sudah Berkali-kali Coba Bunuh Diri Namun Gagal, Pria di Banyuwangi Nekat Potong Kelamin Sendiri
-
Alasan Samsul Beri Mahar Linggis ke Istrinya, Punya Makna Filosofis
-
Ketentuan Bayar Fidyah Puasa Ramadhan Bagi Ibu Hamil dan Menyusui
-
Sidang Lanjutan Tragedi Kanjuruhan Digelar, Jaksa Bingung Saksi yang Hadir Minta Ubah BAP : Kok Bisa ?
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Pemkot Yogyakarta Tancap Gas Hapus Bentor, Dorong Peralihan ke Becak Listrik
-
18 Kisah Terjal Menuju Kampus Impian di Buku Simfoni Mimpi Anak Negeri
-
Bikin Terkejut! Titi DJ Bocorkan Rencana Konser Perdana Dee Lestari
-
Krisis Air Bersih di Makassar, Apa Langkah PDAM Selanjutnya?
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Tren Minum Kopi Less Sugar hingga No Sugar Bisa Jadi Bumerang untuk Kulit, Kok Bisa?
-
Murka Ronald Koeman Usai Belanda Ditekuk Aljazair di Rotterdam
-
Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia
-
Bukan Lagi Urusan TPA, Kini Sampah Adalah Urusan Kita Semua
-
Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar