PURWOKERTO.SUARA.COM- Pecinta bola, tahukah kalian apa itu Financial Fair Play? Financial Fair Play atau FFP adalah seperangkat aturan yang telah ditetapkan oleh Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa atau UEFA untuk mencegah klub sepak bola membelanjakan lebih banyak uang dari pada yang mereka hasilkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga tingkat stabilitas dan tanggung jawab keuangan.
Mengutip dari situs resmi UEFA, gagasan dibalik terciptanya FFP adalah untuk mencegah klub mengandalkan pemasukan uang dalam jumlah besar dari pemilik, yang mungkin membahayakan stabilitas keuangan mereka sendiri, dan untuk memastikan bahwa klub hidup sesuai kemampuan mereka.
Peraturan ini pertama kali di perkenalkan ke publik pada tahun 2010 dengan tujuan mendorong klub untuk menyeimbangkan pembukuan mereka dan meningkatkan stabilitas jangka panjang.
Aturan menyatakan bahwa klub tidak dapat membelanjakan lebih dari yang mereka peroleh, dan bahwa pemilik tidak dapat memasukkan uang mereka sendiri ke dalam klub untuk menutupi kerugian. Dengan kata lain, klub tidak boleh melebihi jumlah uang yang mereka hasilkan dari pendapatan mereka sendiri.
Untuk memastikan peraturan ini berjalan, UEFA juga membentuk sistem pemantauan dan penilaian yang mencakup pelaporan keuangan dan audit secara berkala. Nantinya klub yang ketahuan melanggar peraturan dapat dikenakan sanksi, termasuk denda, larangan transfer, dan bahkan dikeluarkan dari kompetisi Eropa.
Setelah peraturan ini ditetapkan, banyak kritik dan pujian yang masuk. Salah satunya, dengan adanya peraturan ini makan akan berdampak ke daya beli klub dan menurunkan daya saing klub sepak bola Eropa.
Sementara itu, peraturan ini juga mendapat pujian karena dinilai membantu mencegah keruntuhan finansial yang terjadi di banyak klub, sehingga dapat berkontribusi pada stabilitas finansial yang lebih besar dalam bidang olahraga.
Kritik lain terhadap FFP adalah penerapannya tidak merata, dengan beberapa klub menghadapi sanksi yang lebih keras daripada yang lain. Hal ini menimbulkan tuduhan bias dan menimbulkan pertanyaan tentang keadilan peraturan tersebut.
Baca Juga: Gurihnya Soto Rempah dan Ayam Geprek JUDES Grobogan, Selalu Diserbu Karyawan
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Yamaha Racing Indonesia Rilis Formasi Pembalap 2026 Demi Target Juara Dunia
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
BKSDA Sumbar Tangkap 2 Pelaku Perdagangan Tapir di Pasaman, Satwa Mau Dikirim ke Medan
-
Sikat MU Lima Gol Tanpa Balas, Persib Punya Modal Buat Kalahkan Persebaya
-
3 Warna Lipstik yang Bikin Wajah Awet Muda dan Segar, Jangan Salah Pilih!
-
Pembacokan Mahasiswi UIN Suska: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Terpikat Sejak Sama-sama KKN!
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!