PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP – Sidat merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Cilacap. Harganya yang tinggi berpotensi mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir. Karena itu, Kabupaten Cilacap akan menerbitkan aturan kawasan konservasi untuk menjaga kelestarian sidat.
"Daerah larangan penangkapan ikan Sidat merupakan salah satu upaya konservasi, di mana ikan saat bermigrasi tidak ditangkap pada area tertentu berdasarkan identifikasi dan uji publik,” kata Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDI – KKP), Dony Armanto selaku narasumber dalam Forum Koordinasi Pengelolaan Perairan Darat, di Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Selasa – Rabu, 14–15 Februari 2023.
Pertemuan yang melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU) Provinsi Jawa Tengah ini meminta pemerintah daerah ikut berperan dalam menjaga keberlanjutan sumberdaya ikan, khususnya Sidat.
“Karena penerima manfaat dari sumber daya ini adalah masyarakat setempat,” ujarnya.
Direktur Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKHL-KKP), Pingkan Katharina Roeroe mendukung rencana Pemkab Cilacap menyiapkan wilayah konservasi sidat.
Sebab Sidat merupakan komoditas yang bernilai tinggi, sehingga pengelolaan berkelanjutan perlu didorong agar Sidat tetap lestari.
“Karena Sidat sudah menjadi primadona dan potensi unggulan di Kabupaten Cilacap. Kalau kita tidak jaga kelestariannya, akan habis dengan percuma,” tuturnya.
Didukung FAO
Konservasi ekosistem dan perikanan perairan darat di Cilacap ini juga mendapatkan dukungan dari Food and Agricultural Organization (FAO), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Dukungan tersebut diberikan melalui Proyek Ifish yang merupakan kerjasama Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Pertanian dan Pangan PBB (FAO) dengan dukungan Global Environment Facility (GEF).
Baca Juga: 'Gerbong Pendukung Kian Hari Kian Panjang' Dukungan JoMan ke Prabowo Disambut Gerindra
Perwakilan Proyek IFish untuk Wilayah Kabupaten Cilacap, Enggar Yulia Wardani menjelaskan, konservasi tidak hanya berlaku untuk sidat, ikan Belida dan Arwana.
Ikan-ikan itu juga menjadi spesies target yang didukung keberlanjutannya oleh proyek IFish melalui pengarusutamaan nilai-nilai konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan terutama di ekosistem yang bernilai tinggi.
“FAO dan KKP melalui Proyek IFish mendorong upaya pengelolaan berkelanjutan agar perikanan sidat di Kabupaten Cilacap tetap lestari,” ucapnya.
Sebagai informasi, salah satu desa di Cilacap yakni Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja merupakan Kampung Sidat pertama di Indonesia. Kampung Sidat ini merupakan percontohan untuk kampung-kampung di seluruh Indonesia yang akan mengembangkan perikanan sebagai komoditas utama. ***
Berita Terkait
-
Percepat Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo Gandeng 17 Bupati
-
Wow! Termasuk di Jateng dan DIY, Pelanggan IOH di Regional CWJ Alami Peningkatan 65 Persen
-
Sepanjang 2022, Ganjar Pranowo Renovasi 77 Ribu Unit Rumah Tak Layak Huni Melalui Bankeudes
-
Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Masih Tinggi, BMKG Cilacap Himbau Hal Ini
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Polisi Bongkar Prostitusi Twin Tower Surabaya, Satu Tersangka Diamankan
-
Klasemen Liga Prancis: PSG Belum Nyaman di Puncak, Calvin Verdonk Cs Menguntit
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Sinopsis Film Ayah Ini Arahnya Kemana Ya?, Ketika Sosok Kepala Keluarga Tak Lagi Jadi Kompas