PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Inspektorat memeriksa seluruh sekolah penerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Kebumen, baik jenjang SD maupun SMP.
Inspektur Daerah Kabupaten Kebumen Amin Rahmanurasjid mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat, ada beberapa temuan di sekolah terkait penggunaan dana BOSP.
Amin meminta temuan ini menjadi catatan untuk diperbaiki.
"Tahun ini kita sudah mulai di kecamatan, dan temuannya cenderung berulang," terang Amin.
Beberapa temuan itu misalnya, pajak dari kegiatan belum dibayar. Temuan lainnya, ada pengeluaran tapi tidak ada kegiatannya.
Ada juga temuan kelebihan pembayaran uang lembur. Kemudian ada kepala sekolah tidak melakukan supervisi penggunaan dana BOSP kepada jajaran di bawahnya. Temuan lain, pengadaan barang tidak sesuai spesifikasi.
"Ada juga dobel pencatatan di perjalanan dinas," tambahnya.
Terhadap temuan tersebut, pihaknya meminta ini menjadi catatan serius untuk dibenahi dan dilengkapi jika memang ada kesalahan administrasi dan penggunaannya. Jangan sampai temuan ini terus diulang.
"Kalau ada sesuatu yang memang belum jelas dalam penggunaan dana BOSP, mohon jangan ragu untuk koordinasi dengan Inspektorat," tandasnya.
Baca Juga: Cara Nonton Timnas Indonesia U-20 vs Guatemala (21/2)
Diketahui dana BOSP di Kebumen pada tahun ini untuk SD sebesar Rp90.395.135.516, sedangkan SMP sebesar Rp38.774.962.596.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan, untuk memastikan penggunaan dana BOSP tepat sasaran, pemerintah daerah tengah melakukan pemeriksaan sekolah secara serentak melalui Inspektorat.
Di tahun 2023, ini kata Bupati, pemeriksaan sekolah oleh Inspektorat sudah ada di tiga kecamatan.
"Kalau dulu yang diperiksa hanya sebagian kecil, sekarang saya minta semua diperiksa. Ini sudah mulai di tiga kecamatan. Misalnya di Kecamatan Alian, itu yang diperiksa ada puskesmas, desa/kelurahan, dan juga sekolah SD/SMP.
Kenapa diperiksa? Karena jangan sampai para pengguna anggaran ini tidak paham kalau ada temuan, sehingga bisa berakibat hukum jika terus dibiarkan," terang Bupati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rekam Jejak Kevin Gusnadi, Politisi yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan
-
Kejutan di Cannes Film Festival 2026: John Travolta Menangis Raih Palme d'Or
-
7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Nggak Perlu Flagship! Ini 5 HP Gaming Harga Rp4 Jutaan dengan Performa 'Monster'
-
Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
-
Ulasan The WONDERfools: Serial Komedi Aksi dengan Twist Y2K yang Inovatif!
-
Tinggal Menghitung Hari, Ini Alasan Amanda Manopo Pilih Jalani Persalinan Caesar
-
Bye Jerawat di Badan! 4 Acne Body Soap Lokal dengan Harga Mulai Rp24 Ribu
-
Sajen Satu Suro: Misteri Keris Terkutuk dan Rahasia Kelam 30 Tahun Silam