PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Bagi warga Purwokerto yang memiliki anak dengan hobi berlenggak-lenggok atau punya cita-cita menjadikan anaknya model dunia, kini tak perlu bingung. Karena di Purwokerto sudah memiliki sekolah model bertaraf internasional pertama se-Banyumas Raya.
Adalah Arby Vembria. Model yang sudah melanglang buana keliling dunia ini memiliki niatan ingin memperluas dan mempermudah akses bagi putra-putri daerah meniti karir di dunia modeling.
Sekolah model itu bernama Arby Vembria Modeling School (AVMS) yang bertaraf internasional. Ia memiliki alasan sendiri membuka sekolah model di Purwokerto.
"Kota Purwokerto memiliki potensi luar biasa. Dengan jaringan dan mitra kerja luas yang dimiliki oleh AVMS, harapan kami AVMS Banyumas bisa menjadi jembatan bagi putra-putri Banyumas dan sekitarnya untuk dapat lebih berkembang, tidak hanya ke taraf nasional tapi juga hingga internasional," katanya saat Grand Launching AVMS Banyumas, Kamis (23/2/2023).
Ia memandang, industri model saat ini bergerak begitu dinamis. Terutama di era yang serba digital. Oleh sebabnya tumbuh harapan ada model internasional yang lahir dari Purwokerto.
"Arus globalisasi pasca pandemi sudah mulai bergerak aktif kembali. Banyak model Indonesia mulai dilirik kembali oleh industri fashion dunia," terangnya.
AVMS sendiri terletak di Perumahan Graha Timur GT-2 nomor 4A, Purwokerto Timur. Sekolah model ini jadi yang ketiga setelah didirikan di Yogyakarta dan Semarang.
"Selanjutnya punya rencana akan buka di Surabaya, Jakarta, dan Bali," jelasnya.
Di Banyumas sendiri dirinya menggandeng fashion desainer ternama di kota Banyumas Dwi Kristanto dengan Brand Desain Koe Fashion.
Baca Juga: Bernardo Tavares Yakin Laga Persebaya vs PSM Makassar Bakal Berlangsung Alot
"Model itu perlu karakter dan rasa percaya diri adalah kunci ketika berkarir di Eropa," kata dia.
AVMS sendiri juga memiliki ciri khas yang cukup kuat, yakni silabus dan materi dengan taraf Internasional.
"Disertai dengan support system dan parenting system yang ada di setiap kelasnya. Begitu lulus nanti mendapatkan sertifikat yang diakui oleh dinas pendidikan," tutupnya. ***
Berita Terkait
-
Polisi di Banyumas Ungkap Investasi Bodong Berkedok Pengolahan Minyak Sawit di Riau, InI Kronologinya
-
Soto Sokaraja, Kuliner Asli Banyumas yang Menggoda Selera : Pernah Coba ?
-
Tolak Perubahan Nama SMP Diponegoro 3 Menjadi SMP Al Azhar, Ratusan Warga NU Kedungbanteng Gelar Istigazah
-
Terjun ke Sungai Serayu, Pria Asal Banyumas Ditemukan Tewas Hanyut Sejauh 30 Km
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi